Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Renovasi Ruangan Megawati Cs Telan Rp6 Miliar, PDIP: Itu Urusan BRIN

PDIP menyebut urusan renovasi ruangan Megawati Soekarnoputri sepenuhnya kewenangan BRIN.
Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membantah jika ada pertemuan politik antara Ganjar Pranowo dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)./Istimewa
Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membantah jika ada pertemuan politik antara Ganjar Pranowo dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PDI Perjuangan (PDIP) menyebut bahwa wancana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk merenovasi ruang kerja Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri dan 9 anggota dewan pengarah lainnya sepenuhnya urusan lembaga tersebut.

Sekadar informasi, Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) BRIN tengah membuka penawaran tender untuk mengerjakan rekonstruksi ruang kerja yang menghabiskan dana hingga Rp 6 miliar. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menerangkan Megawati merupakan sosok yang memprioritaskan fungsi organisasi, bukan suasana dan kondisi tempat bekerja. 

"Ketika saya ditugaskan mendesain Sekolah Partai di lenteng Agung, maka Sekolah Partai termasuk ruangan Ibu Mega didesain dengan nyaman dan sederhana. Demikian halnya di kantor DPP PDI Perjuangan," kata Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (17/7/2022).

Salah satu yang ia contohkan untuk menggambarkan kesederhanaan "kenyamanan" bagi Mega adalah kursi tamu pada ruangannya di Sekolah Partai PDIP. 

Desain kursi tersebut dibuat sederhana oleh Bu Risma dengan menggunakan pembungkus kain tenun dari NTT. 

"Dengan desain tsb, ternyata Ibu Megawati sangat nyaman," lanjutnya. 

Dari pandangannya, wacana BRIN sepenuhnya adalah urusan organisasi tersebut. Mega sebagai Ketua Dewan Pengarah lebih fokus untuk memberi arahan.

"Ibu Mega dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Dewan Pengarah lebih pada memberikan kebijakan pokok atau suatu direction agar seluruh kegiatan riset dan inovasi dapat mendorong peningkatan kedaulatan pol negara dan juga mempercepat Indonesia yang berdikari di bidang ekonomi," tutupnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper