Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Sebut Iran Kirimkan Ratusan Drone Bersenjata ke Rusia

Iran dikabarkan akan memberikan Rusia ratusan pesawat tak berawak (drone), termasuk yang berkemampuan senjata untuk digunakan dalam invasi ke Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  09:05 WIB
AS Sebut Iran Kirimkan Ratusan Drone Bersenjata ke Rusia
Iran dikabarkan akan memberikan Rusia ratusan pesawat nirawak (drone), termasuk yang berkemampuan senjata untuk digunakan dalam invasi ke Ukraina. - ilustrasi drone / Global Times
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Iran dikabarkan akan memberikan Rusia ratusan pesawat nirawak (drone), termasuk yang berkemampuan senjata untuk digunakan dalam invasi ke Ukraina. 

Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan mengatakan bahwa belum diketahui pasti apakah Iran telah melakukan hal tersebut, tetapi pihaknya memiliki informasi yang menunjukkan bahwa Iran sedang bersiap untuk melatih pasukan Rusia untuk menggunakan drone tersebut dalam waktu dekat.

Dikutip dari TheGuardian.com, Selasa (12/7/2022), Sullivan juga menyampaikan bahwa informasi itu menjadi bukti bahwa pemboman besar-besaran di Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, dilakukan dengan mempertaruhkan persediaan senjata Rusia sendiri.

Pernyataan Sullivan disampaikan sehari sebelum perjalanan Presiden AS Joe Biden ke Israel dan Arab Saudi. Program nuklir dan kegiatan Iran yang dianggap merugikan di kawasan itu akan menjadi topik utama yang dibahas dalam pertemuan.

Sullivan mencatat bahwa Iran menyediakan kendaraan udara tak berawak serupa kepada pemberontak Houthi di Yaman untuk menyerang Arab Saudi sebelum gencatan senjata dicapai pada awal tahun ini. Sementara itu, Gubernur wilayah Donetsk Ukraina timur, Pavlo Kyrylenko mengatakan sekitar 80 persen dari populasi sebelum perang sekarang telah dievakuasi.

Kyrylenko mengatakan bahwa sekitar 340.000 orang tetap bertahan, atau 20 persen dari populasi lokal sebelum invasi skala penuh Rusia dimulai pada 24 Februari 2022. Dia mendesak penduduk yang tersisa di kawasan itu untuk melarikan diri pada minggu lalu setelah Rusia meningkatkan serangannya.

Serangan rudal baru-baru ini di Donetsk telah mengakibatkan banyak kematian warga sipil dan Ukraina menuduh Moskow sengaja menargetkan daerah permukiman. Donetsk adalah provinsi timur terakhir Ukraina yang tersisa sebagian di bawah kendali Kyiv.

"Nasib seluruh negara akan ditentukan oleh wilayah Donetsk," kata Kyrylenko pada pekan lalu.

Menurutnya, begitu warga sipil berkurang maka pihaknya akan dapat lebih berkonsentrasi pada musuh dan melakukan tugas utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina amerika serikat iran Drone Ukraina Rusia
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top