Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Niat Puasa Dzulhidjah, Tarwiyah, dan Arafah serta Keutamaanya

Memasuki sepuluh hari pertama bulan tersebut, umat islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti perbanyak dzikir, sedekah, baca Al-Qur’an, dan berbagai macam amalan sunnah lainnya. Termasuk di antaranya adalah puasa sunnah pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Juni 2022  |  17:18 WIB
Niat Puasa Dzulhidjah, Tarwiyah, dan Arafah serta Keutamaanya
Ilustrasi seorang pria sedang membaca niat puasa - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Dzulhijjah tidak hanya identik dengan hari raya kurban dan ibadah haji.

Memasuki sepuluh hari pertama bulan tersebut, umat islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti perbanyak dzikir, sedekah, baca Al-Qur’an, dan berbagai macam amalan sunnah lainnya. Termasuk di antaranya adalah puasa sunnah pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah.

Ibnu Hajar (w. 1449 M) dalam Fath al-Bârî menjelaskan, keistimewaan sepuluh hari pertama tersebut disebabkan pada hari itu terkumpul ibadah-ibadah utama, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji. Sesuatu yang tidak ditemukan di bulan lain.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan (asyhur al-hurum), bulan Dzulhijjah memiliki beberapa keutamaan dibanding bulan lainnya. Oleh karena itu, berpuasa pada sembilan hari pertama bulan tersebut juga memiliki keutamaan tersendiri.

Berikut adalah beberapa di antaranya:   

1. Dilipatgandakan pahala Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya.

2. Penghapusan dosa Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun.

3. Hari pembebasan dari siksa neraka Termasuk keutamaan hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya.

Waktu Puasa Sunnah Dzulhijjah Waktu pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah adalah pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah. Khusus tanggal delapan dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal sembilan dinamakan puasa Arafah.

Untuk durasinya, sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Selama durasi tersebut ia mesti mencegah dari hal-hal yang membatalkan puasa sebagaimana puasa-puasa lain.  

Bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan untuk mengqadhanya bersamaan puasa sunnah Dzulhijjah. 

Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah Sebagaimana puasa pada umumnya, waktu niat puasa Dzulhijjah adalah pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. 

1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah   

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.  

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”  

2. Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah)

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.  

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”  

3. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah)   

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.   Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”  

Hanya saja, karena puasa Dziulhijjah merupakan puasa sunnah, maka bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat siang harinya, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selagi ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Berikut adalah lafal niat puasa dzulhidjah ketika siang hari,  

1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.  

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ.”  

2. Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah)

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.  

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”  

3. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. 

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”   Wallâhu a’lam.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji Puasa pahala
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top