Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO: Kasus Monkeypox 3.413 Tersebar di 50 Negara

WHO mencatat sebanyak 3.413 kasus monkeypox yang ditemukan di 50 negara di dunia pada Senin (27/6/2022).
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  18:56 WIB
WHO: Kasus Monkeypox 3.413 Tersebar di 50 Negara
Ikustrasi vaksin cacar monyet (monkeypox). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi sebanyak 3.413 kasus monkeypox atau cacar monyet  ditemukan di 50 negara di dunia pada Senin (27/6/2022).

Mengutip who.int, Selasa (28/6/2022), diketahui bahwa sebanyak 2.933 kasus telah dikonfirmasi dari laboratorium di wilayah Eropa, kemudian diikuti dengan negara-negara di Amerika dengan jumlah total kasus sebanyak 381 kasus. 

Selanjutnya, sebanyak 73 kasus dikonfirmasi di wilayah Afrika serta sebanyak 11 kasus di wilayah Pasifik Barat, yakni Australia, Korea Selatan, dan Singapura. 

Adapun untuk Indonesia, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril memastikan bahwa penyakit monkeypox belum terdeteksi penyebarannya di Indonesia hingga saat ini. 

“Alhamdulillah untuk saat ini, semua jenis kasus monkeypox belum ditemukan di Indonesi,” jelas Syahril kepada Bisnis, Selasa (28/6/2022). 

 Syahril menyebut bahwa Indonesia telah menunjuk laboratorium rujukan pemeriksaan monkeypox, yang meliputi Pusat Studi Satwa Primata milik LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati milik Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). 

Monkeypox merupakan penyakit yang berasal dari virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis) yang pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. 

“Monkeypox bisa menular dari hewan ke hewan ataupun dari hewan ke manusia. Untuk penularan dari hewan ke hewan dapat terjadi karena adanya kontak langsung melalui cairan tubuh, darah, atau lesi kulit,” jelas Syahril. 

Sementara itu, untuk penularan dari manusia ke manusia, selain melalui kontak langsung, penyakit monkeypox juga dapat menular melalui saluran napas dan transmisi melalui plasenta pada ibu kepada bayi yang dikandungnya. 

Secara rinci, gejala yang disebabkan oleh penyakit monkeypox terbagi menjadi dua periode, yakni masa invasi dan masa erupsi.

Syahril menuturkan bahwa masa invasi terjadi pada hari ke 0 hingga 5, dengan menunjukkan gejala seperti demam tinggi, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), sakit kepala berat, nyeri otot, dan rasa lemas pada tubuh. 

Masa erupsi akan terjadi pada 1-3 hari setelah penderita mengalami demam tinggi. Adapun gejala yang dialami oleh penderita ialah muncul ruam pada kulit, dengan 95 persen ruam ditemukan di wajah, 75 persen di telapak tangan dan kaki, 70 persen di mukosa (lapisan kulit dalam), 30 persen di alat kelamin, dan 20 persen di selaput lendir mata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes who Monkeypox
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top