Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ilmuwan Pembuat Virus Corona (Covid-19) Ditangkap? Ini Faktanya

Beredar unggahan video di media sosial dengan narasi ilmuwan pembuat virus Corona (Covid-19) telah ditangkap pihak kepolisian.
Seorang ilmuwan menunjukkan sampel vaksin untuk melawan penyakit virus Corona (COVID-19) yang dikembangkan Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, di Moskow, Rusia, (6/8/2020). Foto dibuat 6 Agustus 2020./Antara/REUTERS/HO-The Russian Direct Investment Fund (RDIF)/
Seorang ilmuwan menunjukkan sampel vaksin untuk melawan penyakit virus Corona (COVID-19) yang dikembangkan Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, di Moskow, Rusia, (6/8/2020). Foto dibuat 6 Agustus 2020./Antara/REUTERS/HO-The Russian Direct Investment Fund (RDIF)/

Bisnis.com, JAKARTA - Beredar unggahan video di media sosial dengan narasi ilmuwan pembuat virus Corona (Covid-19) telah ditangkap pihak kepolisian.

Video yang beredar di media sosial itu menampilkan seorang pria yang ditangkap pihak kepolisian dan diliput banyak wartawan.

"Alhamdulillah biang virus corona nya sudah tertangkap," demikian bunyi narasi pada video yang beredar di media sosial.

Lantas, apakah benar informasi mengenai penangkapan ilmuwan yang disebut pembuat virus Corona tersebut?

Dilansir dari turnbackhoax.id, Jumat (17/6/2022) klaim seorang ilmuwan pembuat virus Covid-19 telah ditangkap adalah tidak benar alias hoaks.

Faktanya, pria dalam unggahan tersebut adalah seorang ilmuwan bernama Charles Lieber yang ditangkap atas kasus penipuan dana penelitian, bukan karena membuat virus Covid-19.

Charles Lieber adalah seorang ilmuwan asal Amerika Serikat yang saat itu menjabat sebagai Ketua Departemen Kimia dan Biologi Kimia Universitas Harvard.

Lieber sendiri memang pernah ditangkap karena melakukan penipuan dana penelitian yang melibatkan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Menurut dokumen pengadilan, sejak 2008, Lieber yang menjabat sebagai Peneliti Utama Lieber Research Group di Universitas Harvard, yang berspesialisasi dalam bidang nanosains, telah menerima lebih dari 15.000.000 dolar AS dana hibah dari National Institutes of Health (NIH) dan Departemen Pertahanan (DOD).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper