Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jubir Kemenkes: Indonesia Masih Nol Kasus MonkeyPox

Kasus cacar monyet atau MonkeyPox belum masuk dan menyebar di Indonesia.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  17:05 WIB
Jubir Kemenkes: Indonesia Masih Nol Kasus MonkeyPox
Ilustrasi tangan seseorang terinfeksi virus cacar monyet atau Monkeypox - BBC
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa kasus cacar monyet atau MonkeyPox belum masuk dan menyebar di Indonesia.

Sekadar informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi 780 kasus cacar monyet atau MonKeypox dari 27 negara di dunia.

"Belum ada, masih nol kasus di Indonesia. Sampai saat ini, belum ditemukan penyebarannya," ucap Syahril kepada Bisnis, Selasa (7/6/2022). 

Dengan meroketnya temuan kasus monkeypox di sejumlah negara, Syahril memastikan bahwa pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk mengantisipasi  penyebaran penyakit tersebut di Indonesia.

Syahril menyampaikan bahwa berdasarkan pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit cacar monyet yang dirilis oleh Kemenkes, kendaraan yang datang atau kembali dari luar negeri maupun daerah dalam negeri yang terdampak penyakit MonKeypox, tentunya akan berada dalam pengawasan pihak Kemenkes dan dengan memberlakukan kegiatan karantina.  

Selanjutnya, Syahril juga memastikan bahwa pihaknya akan terus memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pemahaman mengenai penyakit cacar monyet.

“Di tingkat masyarakat, melalui berbagai media, kami telah melakukan edukasi dan sosialisasi tentang monkeypox. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat terkait penyakit tersebut,” jelas Syahril. 

Meskipun belum terdeteksi penyebarannya di Indonesia, Jubir Kemenkes itu juga kembali mengimbau masyarakat untuk dapat terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penularan penyakit monkeypox.

"Masyarakat harus terus menerapkan PHBS, karena hal itu merupakan salah satu usaha terbaik untuk dapat menjaga tubuh dari berbagai jenis penyakit." 

Untuk diketahui, monkeypox merupakan penyakit yang berasal dari virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis), yang mana pertama kali ditemukan pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. 

Adapun penyakit monkeypox memiliki gejala awal atau fase prodromal yang berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi di leher serta ketiak.

Kemudian, penyakit tersebut akan masuk ke fase erupsi yang ditandai dengan timbulnya ruam atau lesi pada kulit. Diketahui bahwa ruam tersebut pertama kali terjadi di bagian wajah, yang secara bertahap akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Adapun gejala penyakit monkeypox akan berlangsung selama 2-4 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan mengering.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who kementerian kesehatan Monkeypox Monkeypox
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top