Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapura Bersiap Hadapi Gelombang Omicron pada Juli atau Agustus

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung memperkirakan gelombang Omicron baru akan muncul pada Juli atau Agustus 2022, seiring dengan berkurangnya antibodi Covid-19.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  22:05 WIB
Singapura Bersiap Hadapi Gelombang Omicron pada Juli atau Agustus
Tampak depan Gedung Monetary Authority of Singapore - Bloomberg/Ore Huiying
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung memperkirakan gelombang Omicron baru akan muncul pada Juli atau Agustus 2022, seiring dengan berkurangnya antibodi Covid-19.

Dikutip melalui laman Channel News Asia, Ong mengatakan Kementerian Kesehatan telah mendeteksi beberapa kasus Covid-19 BA.4 dan BA.5 subvarian baru.

Namun, subvarian baru itu disebutkan belum mengambil alih konfirmasi kasus yang disebabkan oleh subvarian BA.2, merujuk pada variasi Omicron yang merupakan 99 persen dari infeksi Covid-19 lokal yang diurutkan pada April.

“Alasannya karena kami semua memiliki antibodi yang sangat tinggi, karena vaksinasi kami, karena gelombang Omicron kami baru-baru ini. Jadi tidak akan terjadi apa-apa sampai berbulan-bulan kemudian, ketika antibodi kita mulai berkurang, maka Anda bisa melihat BA.4 dan (BA.5) kemungkinan muncul Juli atau Agustus. Itu perkiraan kami,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa perkiraan garis waktu bukan karena upaya pemodelan yang rumit, tetapi fakta bahwa begitu wabah mereda, Singapura akan memperkirakan gelombang lain akan meningkat, empat hingga enam bulan kemudian.

“Dan gelombang yang paling dominan akan naik, dan pada saat itu saya pikir itu akan menjadi BA.4 atau BA.5,” kata Ong.

Sekadar informasi, BA.4 dan BA.5 adalah dua subvarian Omicron yang mendorong gelombang Covid-19 saat ini di Afrika Selatan. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa telah mengklasifikasikannya sebagai varian yang menjadi perhatian.

Singapura mendeteksi tiga kasus komunitas dengan dua subvarian pada Mei, dengan dua kasus terinfeksi varian BA.4 dan satu kasus lokal terinfeksi varian BA.5, kata Depkes.

Ong menambahkan pada hari Minggu  (5/6/2022), bahwa Singapura dapat mengamati Amerika Serikat (AS) dan Eropa, karena gelombang Covid-19 baru akan lebih mungkin terjadi di daerah-daerah tersebut sebelum mencapai Singapura.

“Yang terpenting bukan jumlah kasusnya, tapi berapa banyak orang yang jatuh sakit parah. Saya yakin dengan ketangguhan kami yang kuat, kami bisa melewati gelombang BA.4 dan BA.5,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Covid-19 omicron
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top