Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Terbaru Kasus Investasi Bodong Crazy Rich Doni Salmanan

Sampai saat ini berkas perkara milik Doni Salmanan masih berada di kejaksaan.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  17:05 WIB
Update Terbaru Kasus Investasi Bodong Crazy Rich Doni Salmanan
Polisi menggiring tersangka kasus penipuan aplikasi Quotex Doni Salmanan (tengah) saat konferensi pers di Bareskrim, Mabes Polri Jakarta, Selasa (15/3/2022). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri masih menunggu berkas dari kasus Quotex Doni Salmanan yang saat ini sudah ada di Kejaksaan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan dalam sesi konferensi pers, Senin (06/06/2022).

“Sampai saat ini penyidik masih menunngu berkas yang sedang diteliti oleh kejaksaan,” ujar Gatot.

Sekadar informasai bahwa Doni Salmanan juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan investasi binary option dengan menggunakan platform Quotex.

Dirinya dijerat atas kasus dugaan penipuan investasi binary option, dengan Pasal 27 ayat (2)UU ITE dan Pasal 28 ayat 1 UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang ITE.

Adapun Kejaksaan Agung menerima pelimpahan berkas perkara tahap I dari Bareskrim Polri atas nama tersangka Doni Salmanan (DS) yang dikirim, Selasa (19/4/2022).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, menjelaskan bahwa selanjutnya berkas perkara akan dilakukan penelitian oleh jaksa peneliti (jaksa P-16) yang ditunjuk dalam jangka waktu tujuh hari.

Sayangnya sampai saat ini pihak kejaksaan belum memberikan perkembangan seputar pemeriksaan berkas milik Crazy Rich asal Soreang tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim Doni Salmanan
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top