Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Kasus Cacar Monyet Naik Menjadi 219, Kelompok Gay Lebih Berisiko

Sebagian besar kasus terdeteksi pada pria muda yang mengidentifikasi diri sebagai pria yang berhubungan seks dengan pria.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Mei 2022  |  14:06 WIB
Ilustrasi tangan seseorang terinfeksi virus cacar monyet atau Monkeypox - BBC
Ilustrasi tangan seseorang terinfeksi virus cacar monyet atau Monkeypox - BBC

Bisnis.com, JAKARTA--Jumlah kasus yang dikonfirmasi dari cacar monyet (monkeypox) di seluruh dunia telah mencapai 219 di luar negara endemik, menurut data terbaru yang dirilis oleh ECDC.

Lebih dari 12 negara tempat cacar monyet tidak biasa terjadi, yang besar merupakan negara Eropa, telah melaporkan setidaknya satu kasus yang dikonfirmasi, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (26/5/2022).

"Ini adalah pertama kalinya rantai penularan dilaporkan di Eropa tanpa hubungan epidemiologis yang diketahui ke Afrika Barat atau Tengah, di mana penyakit ini endemik berawal," menurut catatan itu.

Ditambahkan bahwa sebagian besar kasus terdeteksi pada pria muda, yang mengidentifikasi diri sebagai pria yang berhubungan seks dengan pria.

Inggris Raya, tempat kemunculan cacar monyet yang tidak biasa pertama kali terdeteksi pada awal Mei. Saat ini negara itu memiliki kasus terkonfirmasi terbesar, yakni 71 kasus. Diikuti oleh Spanyol dengan 51 kasus dan Portugal, 37 kasus.

Di luar Eropa, Kanada memiliki 15 dan Amerika Serikat memiliki sembilan kasus. Jumlah total kasus yang dilaporkan  meningkat lima kali lipat sejak penghitungan pertama pada 20 Mei, ketika badan Uni Eropa menyatakan ada 38 kasus.

Risiko penularan "sangat rendah", kata menurut ECDC awal pekan, tetapi memperingatkan bahwa orang yang memiliki banyak pasangan seksual, terlepas dari orientasi seksualnya, lebih berisiko.

"Manifestasi klinis umumnya digambarkan ringan," katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada kematian akibat cacar monyet.

Monkeypox, penyakit yang tidak terlalu parah dibandingkan dengan cacar lainnya, menjadi endemik di 11 negara di Afrika Barat dan Tengah.

Cacar itu menyebar melalui gigitan atau kontak langsung dengan darah, daging, atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Sedangkan gejala awalnya termasuk demam tinggi sebelum berkembang menjadi ruam dengan cepat.

Orang yang terinfeksi juga mengalami ruam seperti cacar air di tangan dan wajah mereka. Tidak ada pengobatan, tetapi gejalanya biasanya hilang setelah dua sampai empat minggu dan biasanya tidak berakibat fatal.

Maria Van Kerkhove dari Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa cacar monyet adalah "situasi yang dapat dicegah".

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa inggris Cacar monyet
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top