Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tiga Tema Besar Pertemuan Awal GPDRR Tahun 2022

Ada tiga tema besar dalam pertemuan awal GPDRR yakni Stakeholder Forum, World Reconstruction Conference 5 (WRC5), dan Multi-Hazard Early Warning Conference III (MHEWC-III)
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  15:06 WIB
Warga mengevakuasi kambing di atas timbunan material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. ANTARA FOTO - Zabur Karuru
Warga mengevakuasi kambing di atas timbunan material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. ANTARA FOTO - Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Pertemuan awal Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) telah dimulai hari ini, Senin (23/5/2022) di Bali.

Pertemuan ini merupakan kegiatan yang menghadirkan para pemangku kepentingan lintas sektor sebelum dibukanya GPDRR secara resmi pada Rabu, 25 Mei 2022.

Ada tiga tema besar dalam pertemuan awal yang akan menghadirkan pembicara dari tingkat nasional dan internasional. Adapun ketiga tema besar tersebut di antaranya Stakeholder Forum, World Reconstruction Conference 5 (WRC5), dan Multi-Hazard Early Warning Conference III (MHEWC-III). 

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan bahwa ketiga pertemuan tersebut akan berbentuk 28 forum diskusi yang diselenggarakan 23-24 Mei 2022 di Bali International Convention Center (BICC).

“Pertemuan ini bisa dihadiri jurnalis maupun tamu yang sudah mendaftar sebelumnya,” ujar Raditya yang juga Ketua Sekretariat Panitia Nasional Penyelenggara GPDRR dalam keterangan resmi dikutip Senin (23/5/2022).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyediakan ruang kepada para pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dan bertukar praktik terbaik seputar pelibatan yang inklusif, kolaborasi, dan persiapan untuk sesi resmi Platform Global.

“Setiap harinya acara akan dimulai pukul 08.00-20.30 waktu setempat (WITA),” lanjut Raditya.

Sementara itu, WRC5 diselenggarakan bersama oleh United Nasions Development Programme (UNDP), Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR) dan UNDRR di bawah payung International Recovery Platform (IRP).

WRC5 akan mempertemukan peserta dari pemerintah nasional dan lokal, masyarakat sipil, sektor swasta, akademisi dan organisasi internasional dari seluruh dunia.

Forum ini akan memberikan kesempatan sekaligus ajang berbagi pengalaman berbagai dimensi pemulihan dalam konteks risiko multi-dimensi yang dihadapi negara-negara di beberapa tahun terakhir.

Kemudian, MHEWC-III dihelat dengan tujuan untuk menunjukkan bagaimana ketersediaan, akses, dan penggunaan peringatan dini multi-bahaya dan informasi risiko dapat ditingkatkan untuk menyampaikan aspirasi Kerangka Sendai, Kesepakatan Paris, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan lebih baik, khususnya dalam upaya mencapai Target G dalam Sendai Framework for Disaster Risk Reduction.

Sekadar informasi, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah GPDRR yang berlangsung pada 23-28 Mei 2022 di Nusa Dua, Bali. Adapun tema yang diusung adalah ‘Dari Risiko ke Resiliensi: Menuju Pembangunan Berkelanjutan untuk Semua di Dunia yang Berubah oleh Covid-19'.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali bnpb Covid-19
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top