Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkes Klaim Kecil Peluang Hepatitis Akut Menjadi Pandemi Seperti Covid-19

Secara resmi WHO menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada 15 April 2022.
1

Awal Kasus

Ilustrasi seorang anak dirawat akibat hepatitis akut misterius - WHO
Ilustrasi seorang anak dirawat akibat hepatitis akut misterius - WHO
Bagikan

Pada 5 April 2022, WHO telah menerima laporan pertama dari Inggris Raya 10 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (acute hepatitis of unknown aetiology) pada anak-anak usia 11 bulan hingga 5 tahun periode Januari-Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Penyelidikan lebih lanjut kemudian dilakukan pada 8 April 2022. Berdasarkan penyelidikan itu,  ditemukan 74 kasus baru di Inggris Raya. Hingga 11 April 2022, tidak ada laporan kematian yang disebabkan penyakit hepatitis akut.

Secara resmi WHO menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada 15 April 2022.

Melansir dari paho.org, WHO telah mencatat sebanyak 348 kemungkinan kasus yang dilaporkan dari 21 negara, dengan total 26 anak yang akan membutuhkan transplantasi hati.

Masih bulan April, kasus serupa juga muncul di Jepang dan Kanada namun tidak disebutkan berapa banyak kasus yang dilaporkan di kedua negara tersebut.

Kemenkes kemudian mengonfirmasi temuan kasus hepatitis akut telah memasuki Indonesia pada 3 Mei 2022. Kemenkes melaporkan tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dinyatakan meninggal dunia dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Gejala Hepatitis Akut

Dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id Senin 916/5/2022), Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, yang merupakan dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI menyebutkan secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut adalah muntah, mual, sakit perut/diare, dan kadang disertai dengan demam.

Hanifah menambahkan bahwa penyakit tersebut juga dapat menyebabkan gejala yang lebih berat seperti cairan urin yang berwarna pekat seperti teh dan BAB yang berwarna pucat.

Meskipun belum juga dapat dipastikan penyebab dari penyakit hepatitis akut, Adenovirus menjadi salah satu virus yang diperkirakan memiliki keterkaitan dengan penyakit tersebut.

Virus tersebut telah terdeteksi pada 74 kasus di luar Indonesia setelah dilakukan tes molekuler dan teridentifikasi sebagai F tipe 41.

Dikutip dari webmd.com Selasa (17/5/2022), aadenovirus merupakan sekelompok virus umum yang dapat menginfeksi lapisan mata, saluran udara, paru-paru, usus, saluran kemih, dan sistem saraf.

Menurut Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN Harimat Hendrawan, Adenovirus biasanya lebih umum untuk menyebabkan penyakit saluran pernapasan.

Harimat menambahkan bahwa Adenovirus juga dapat menyebabkan penyakit lain seperti konjungtivitis (mata merah), gastroenteritis (peradangan pada lambung atau usus halus), sistitis (infeksi kandung kemih), dan sebagainya.

Dikutip dari Instagram @pandemictalks, Senin (16/5/2022), adenovirus diketahui dapat menyebar melalui beberapa cara seperti kontak fisik, melalui udara, penggunaan alat makan dan minum yang belum dibersihkan atau bekas orang lain, dan melalui kotoran atau tinja.

Pencegahan

Pencegahan ini dapat dilakukan dengan mempraktikkan hygiene tangan dan respirasi, serta mengedukasi anak-anak untuk dapat mencuci tangan dengan benar dan tepat.

Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN Harimat Hendrawan mengatakan cuci tangan dengan air dan sabun merupakan pencegahan terbaik untuk dapat meminimalisir penyebaran infeksi yang disebabkan adenovirus.

Selain itu, masyarakat tetap menjaga jarak dengan orang yang sedang menderita sakit batuk atau bersin.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit menular hepatitis misterius
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top