Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas: Ini 5 Provinsi Tujuan Mudik Terbanyak Lebaran 2022

Satgas Covid-19 menuturkan 5 provinsi tujuan mudik terbanyak pada periode Lebaran 2022.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 28 April 2022  |  07:55 WIB
Calon penumpang membawa barang bawaannya di Terminal Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/4/2022). Puncak arus mudik lebaran diperkirakan terjadi pada Sabtu (30/4) hingga Minggu (1/5) mendatang - Antara
Calon penumpang membawa barang bawaannya di Terminal Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/4/2022). Puncak arus mudik lebaran diperkirakan terjadi pada Sabtu (30/4) hingga Minggu (1/5) mendatang - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, tradisi mudik lebaran seperti saat ini diriingi meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat di berbagai penjuru daerah.

Wiku menegaskan, saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di daerah menjadi salah satu faktor penentu terkendalinya kasus. Karena capaian yang tinggi akan membentuk kekebalan komunitas yang baik.

Bahkan, dengan meratanya kekebalan komunitas di daerah, maka makin optimal kekebalan komunitas secara nasional. Sehingga meminimalisir potensi penularan akibat masyarakat yang berpergian antar wilayah.

"Secara umum, capaian vaksinasi nasional sudah cukup baik, meskipun pemerataan cakupan vaksin ini masih harus terus ditingkatkan. Ditambah pula, kita masih perlu meningkatkan capaian vaksinasi booster," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (28/4/2022).

Berdasarkan data capaian nasional, sayangnya ada beberapa daerah dengan cakupan vaksin dosis lengkapnya belum mencapai target 70 persen.

Bila merujuk hasil survei daring ketiga dari Kementerian Perhubungan tentang Potensi Pergerakan Orang Selama Angkutan Lebaran menyatakan ada 5 provinsi di Pulau Jawa yang menjadi tujuan mudik terbanyak hingga 75 persen dari total pemudik.

Sementara data Kementerian Kesehatan menyebutkan, pada kelima provinsi tersebut cakupan vaksin dosis lengkapnya berkisar antara 78—100 persen. Namun, pada cakupan vaksinasi booster-nya masih harus terus ditingkatkan karena baru 2 dari 5 provinsi yang mencapai target 30 persen.

Jika dirincikan lagi dari 5 provinsi tersebut, rata-rata cakupan dosis lengkap kelompok rentan untuk golongan warga lansia adalah 79 persen dan dosis booster 27,2 persen. Untuk anak (12 - 17 tahun) rata-rata cakupan dosis lengkap adalah 90,4 persen dan dosis booster masih 2,5 persen.

"Belum meratanya cakupan vaksin dosis lengkap serta capaian booster yang masih perlu ditingkatkan tentunya perlu untuk menjadi kewaspadaan kita bersama," ujarnya.

Adapun pada kelimanya dapat terlihat perbandingannya, secara berurutan dari tujuan terbanyak di Jawa Tengah mencapai 27,5 persen atau 23.5 juta pemudik dengan cakupan vaksin booster 17,5 persen.

Diikuti, Jawa Timur mencapai 19,6 persen atau 16.8 juta pemudik, dengan cakupan vaksin booster 14,2 persen, kemudian Jawa Barat (non Jabodetabek) 17,2 persen atau 14.7 juta pemudik dengan cakupan booster 32,3 persen.

Selanjutnya, wilayah Jabodetabek 7 persen atau 5.9 juta pemudik, dengan cakupan vaksin booster 32,2 persen, serta DI Yogyakarta 4,6 persen atau 3.9 juta pemudik dengan cakupan booster 29,1 persen.

Pada sisi lain, provinsi-provinsi yang tidak menjadi tujuan mudik tetap harus meningkatkan cakupan vaksinasinya. Penyebabnya nyatanya masih ada provinsi yang belum mencapai target 70 persen vaksinasi dosis lengkap.

Hal ini harus menjadi perhatian pada 5 provinsi dengan capaian vaksin dosis lengkap terendah. Yaitu, Papua cakupan dosis lengkap sebesar 24,6 persen, Papua Barat cakupan dosis lengkap 44,1 persen, Maluku cakupan dosis lengkap 44,6 persen, Sulawesi Barat 52,5 persen dan Maluku Utara 51,5 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satgas Mudik Lebaran mudik arus mudik Satgas Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top