Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-63: Gudang Amunisi Rusia Terbakar, Pengungsi Ukraina Diancam

Penyebab kebakaran gudang amunisi milik Rusia belum diketahui penyebabnya. Kini perang Rusia vs Ukraina belum usai dan invasi tahap dua terus berlanjut.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 27 April 2022  |  13:54 WIB
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-63 sejak awal invasi yang dilancarkan oleh Rusia pada akhir maret 2022 lalu. Serangkaian ledakan dilaporkan terdengar di kota Belgorod Rusia sementara sebuah Gudang amunisi yang berlokasi di Belgorod, Rusia juga dilaporkan terbakar.

Berikut rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-63 seperti dikutip dari The Guardian pada, Rabu (26/4/2022).

Perang Rusia vs Ukraina Hari Ini, Tepat ke-62 Hari:

1. Gudang Amunisi Terbakar di Belgorod, Rusia

Gubernur Provinsi setempat, Vyacheslav Glazkov mengabarkan bahwa sebuah Gudang amunisi di Belgorod terbakar pada Rabu (27/4/2022) dini hari. Gladkov mengatakan bahwa tidak ada warga sipil yang terluka dalam kejadian kebakaran yang berlokasi di dekat desa Staraya Nelidovka. Namun, belum dilaporkan secara pasti apa penyebab kebakaran gudang amunisi tersebut.

2. Menteri Pertahanan AS Ajak Sekutu Ukraina Untuk Segera Memasok Senjata ke Kyiv

Dilaporkan oleh Associated Press, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengadakan pertemuan pada Selasa (26/4/2022) dengan para pejabat dari sekitar 40 negara di pangkalan udara Amerika Serikat di Ramstein, Jerman. Austin mendesak para sekutu Ukraina untuk segera menyalurkan lebih banyak bantuan senjata militer.

“Kita harus bergerak dengan kecepatan perang,” tegasnya.

Sebelumnya, seruan ini muncul setelah pasukan Rusia menghujani Ukraina timur dan selatan. Dikabarkan ledakan mengguncang wilayah separatis Trans-Dniester di negara tetangga Moldova. Selain itu, rudal rusia juga menghantam jembatan arteri yang menghubungkan wilayah Pelabuhan Odesa Ukraina dengan Rumania. Hal tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik akan melebar melintasi perbatasan dan berdampak pada banyak negara.

3. Pengungsi Ukraina Diduga Mendapat Ancaman Kekerasan Seksual

Laporan Agence France-Presse baru-baru ini menyoroti kekerasan seksual yang mulai terendus. PBB memperkirakan lebih dari lima juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak dimulainya invasi pada 24 Februari. Dengan rincian setidaknya 90% dari pengungsi Ukraina adalah wanita dan anak-anak.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di Moldova, Colleen Roberts mengatakan bahwa rentannya potensi kekerasan seksual yang mungkin dihadapi oleh para pengungsi Ukraina.

“Konflik dan pemindahan dapat meningkatkan resiko kekerasan seksual serta perdagangan manusia. Semakin lama pengungsi dipindahkan, maka semakin besar resiko kekerasan berbasis gender bagi mereka yang tinggal di posko pengungsi, terutama ketika sumber daya sudah mulai habis. Jelas ada resiko GBV yang tinggi bagi orang-orang yang mengungsi,” jelas Roberts.

4. Jerman akan Mengirim 50 Sistem Hanud Mobile Gepard (Flakpanzer Gepard) ke Ukraina

Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht melalui akun Twitter resmi Kementerian Pertahanan Jerman @BMVg_Bundeswehr, menuliskan bahwa pemerintah Jerman akan memasok sistem hanud mobile Gepard (Flakpanzer Gepard) ke Ukraina. Pemerintah Jerman baru saja menandatangani persetujuan pengiriman 50 sistem hanud mobile Gepard (Flakpanzer Gepard) ke Ukraina.

5. Australia akan Mengirim Enam Howitzer dan Amunisi M777 ke Ukraina

Sebanyak 6 howitzer dengan jenis M777 155mm dan amunisinya akan dikirim ke Eropa menyusul pernyataan AS dan Duta Besar Ukraina untuk Australia dalam memasok senjata dan amunisi kepada Ukraina Armed Forces atau Angkatan Senjata Ukraina.

“Bantuan militer tambahan ini akan lebih mendukung Ukraina dalam menanggapi invasi brutal, yang tak henti-hentinya dilancarkan oleh Rusia secara ilegal,” jelas Perdana Menteri Scott Morrison dan Menteri Pertahan Peter Dutton pada, Rabu (27/4/2022).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang Rusia Gudang amunisi meledak Perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top