Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Militer Perang Rusia Vs Ukraina: Rusia akan Rebut Wilayah Ukraina Selatan

Militer Rusia berencana merebut wilayah Donbas dan Ukraina Selatan- hingga mencapai selatan Moldova - sebagai tujuan dalam tahap kedua operasi khususnya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 23 April 2022  |  15:53 WIB
Penyelidik Ukraina telah memulai penggalian kuburan massal di Bucha Ukraina pada Jumat (8/4/2022). - Istimewa
Penyelidik Ukraina telah memulai penggalian kuburan massal di Bucha Ukraina pada Jumat (8/4/2022). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Militer Rusia berencana merebut wilayah Donbas dan Ukraina Selatan- hingga mencapai selatan Moldova - sebagai tujuan dalam tahap kedua operasi khususnya terhadap Ukraina. Rencana tersebut menandai tujuan perang yang jauh lebih luas daripada yang disampaikan Moskow sebelumnya.

Komandan Distrik Militer Pusat Rustam Minnekayev mengatakan, pihaknya akan mengambil kendali penuh atas Donbas dan Ukraina Selatan. Dengan begitu, militer Rusia dapat memastikan pembukaan koridor darat ke Krimea dan memengaruhi elemen-elemen penting ekonomi Ukraina.

"Membangun kendali atas Ukraina selatan juga akan memberikan akses tentara Rusia ke Transdniestria, di mana fakta penindasan penduduk berbahasa Rusia juga telah diamati," kata Minnekayev, melansir CBS News, Sabtu (23/4/2022).

Sebagai informasi, Transdniestria merupakan wilayah de fakto yang memisahkan diri dari Moldova yang tidak diakui secara internasional. Namun, wilayah tersebut memiliki pemimpin pro-Rusia dan sekitar 1.500 tentara Rusia ditempatkan di sana.

Kremlin menggunakan klaim diskriminasi terhadap penduduk berbahasa Rusia untuk membenarkan invasi ke Ukraina dua bulan lalu, bersama dengan tuduhan terhadap Ukraina dan NATO yang diduga melanggar keamanan Rusia.

Di lain sisi, pemerintah Moldova khawatir pasukan Rusia bergerak lebih jauh ke barat. Hingga saat ini, Moldova telah menerima ratusan ribu pengungsi Ukraina sejak perang pecah pada 24 Februari lalu.

Pemerintah Moldova juga mengutuk invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina dan mengajukan tawaran untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE) bersama dengan Georgia dan Ukraina. Hal tersebut dilakukan guna mencari dukungan UE dalam menangani masuknya pengungsi dan menyerukan blok untuk meningkatkan dukungannya.

Kendati demikian, Moldova tetap berhati-hati menyeimbangkan sikap netralnya dengan NATO untuk emberi sinyal bahwa mereka tidak bersedia menjadi target Rusia berikutnya.

Sebelum pasukan militer Rusia mundur dari Ibu Kota  Kyiv, Moskow mengklaim bahwa 'tahap pertama' serangan telah selesai dan beralih pada upaya membebaskan dua wilayah yakni Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk serta membawa mereka di bawah kendali para pemimpin pro-Rusia.

Namun kenyataannya, Rusia kembali menargetkan kota-kota Ukraina, khususnya bagian Selatan, meskipun sebelumnya penyerangan telah dihentikan.

Jika benar Rusia akan melanjutkan serangannya, maka target utamanya adalah kota pelabuhan utama Odesa di sepanjang Mykolayiv di dekatnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nato moskow Perang Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top