Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Melonjak, Shanghai Gunakan Drone dan Robot Anjing Imbau Warga Patuhi Lockdown

Pemerintah Shanghai menggunakan drone dan robot anjing untuk mengimbau masyarakat tetap mematuhi peraturan selama lockdown.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 23 April 2022  |  14:20 WIB
Pemandangan Shanghai, China dari atas. - Bloomberg/Qilai Shen
Pemandangan Shanghai, China dari atas. - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Shanghai menggunakan drone dan robot anjing untuk mengimbau masyarakat tetap mematuhi peraturan selama lockdown. Kota terpadat di China tersebut menerapkan lockdown karena kasus Covid-19 melonjak pada 28 Maret 2022.

Sebagian warga frustasi dan protes lantaran mereka kesulitan untuk mendapatkan daging, beras, dan persediaan lainnya selama berada di rumah.

Melansir laman Fox35orlando.com, Sabtu (23/4/2022), warga di salah satu kompleks di apartemen Shanghai pergi ke balkon untuk bernyanyi menyampaikan protes.

Untuk memberikan peringatan bagi warganya, Pemerintah Shanghai menggunakan drone dan mengimbau masyarakat untuk tidak bernyanyi di balkon.

"Tolong patuhi larangan Covid-19. Kendalikan keinginan jiwamu akan kebebasan. Jangan buka jendela atau bernyanyi, " bunyi pesawat tak berawak itu.

Hal tersebut diketahui dari video yang dibagikan Alice Su, koresponden senior China untuk The Economist di Twitter. Tidak hanya drone, Pemerintah Shanghai juga telah mengerahkan robot anjing untuk mengimbau warga.

Video robot anjing dengan speaker terpasang beredar di media sosial segera setelah penguncian Shanghai diumumkan. Robot tersebut mengimbau warga untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dan memeriksa suhu tubuh.

Robot anjing juga memerintahkan orang-orang yang berada di luar rumah untuk kembali ke rumah.

Pada 7 April silam, pemerintah China melaporkan 23.107 kasus baru Covid-19 secara nasional, sebagian besar bergejala. Hanya 1.323 kasus tidak memiliki gejala. Jumlah itu termasuk 19.989 di Shanghai, hanya 329 yang memiliki gejala.

Keluhan kekurangan makanan muncul setelah Shanghai menutup segmen kota pada 28 Maret 2022. Semula, pemerintah setempat memberlakukan lockdown di tingkat distrik, namun karena kasus Covid-19 melonjak, akhirnya lockdown diberlakukan di tingkat kota.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china shanghai Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top