Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pernyataan Lengkap Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng dan CPO

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang ekspor minyak goreng dan CPO mulai 28 April 2022. Berikut ini pernyataan lengkapnya.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 22 April 2022  |  19:38 WIB
Pernyataan Lengkap Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng dan CPO
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng untuk memastikan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 22 April 2022.

Jokowi menyatakan bahwa kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan CPO berlaku mulai Kamis pekan depan, 28 April 2022.

Kepala Negara memastikan bahwa pemerintah akan terus mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau di tanah air.

Berikut pernyataan lengkap Jokowi soal larangan ekspor minyak goreng dan CPO:

Hari ini saya telah memimpin rapat tentang pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, utamanya yang berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri.

Dalam rapat tersebut, telah saya putuskan pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng, mulai Kamis, 28 April 2022 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Saya akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini, agar ketersediaan minyak goreng di dalam negeri melimpah dengan harga terjangkau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ekspor cpo minyak goreng
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top