Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Panggil Istri Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud

Istri Bupati Abdul Gafur Mas'ud diperiksa sebagai saksi kasus suap di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 April 2022  |  12:14 WIB
Tersangka Bupati Penajam Paser Utara nonaktif Abdul Gafur Mas'ud masuk ke dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (17/1/2022). Penyidik KPK melakukan pemeriksaan perdana terhadap Abdul Gafur Mas'ud dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022. ANTARA FOTO - Mochammad Risyal Hidayat
Tersangka Bupati Penajam Paser Utara nonaktif Abdul Gafur Mas'ud masuk ke dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (17/1/2022). Penyidik KPK melakukan pemeriksaan perdana terhadap Abdul Gafur Mas'ud dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022. ANTARA FOTO - Mochammad Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil istri Bupati nonaktif Abdul Gafur Mas’ud (AGM). Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus suap di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memaparkan selain istri Bupati AGM, pihaknya juga memeriksa 11 saksi lainnya.

“Pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob Polda Kaltim di Balikpapan, atas nama sebagai berikut. Pertama, Tuti Haryati Harahap sebagai wiraswasta atau guru,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (21/4/2022).

Ali menjelaskan bahwa saksi selanjutnya adalah Kasubbag Pengelolaan PBJ Pada Sekretariat Daerah PPU Abdul Halim dan PNS Subbag PBJ PPU Agus Purwito serta Karsono.

“Kelima, Pariyanto Anggota Polri. Keenam, Cahyo Suryo Putro Anggota TNI,” jelasnya.

Kemudian, Budi Setiawan, Muhammad Ramli dan Arbainsyah sebagai karyawan honorer.

“Kesepuluh, Ade Chandra Wijaya, Kepala Kantor Pertanahan PPU. Kesebelas, Romi Wijaya Syarif, SPV PT Putraalinson Perkasa. Keduabelas, Risnah, istri AGM,” jelas Ali.

Atas kasus tersebut, KPK melakukan operasi tangkap tangan Bupati Penajam Paser Utara nonaktif bersama beberapa kepala dinas (kadis) dan sekretaris daerah (sekda). Bendahara Umum Demokrat juga kena ringkus.

“Kegiatan tangkap tangan atas dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara atau yang mewakili terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Kamis (13/1/2022).

Alex menjelaskan bahwa pada OTT ini KPK mengamankan 11 orang Rabu malam di Jakarta dan Kalimantan Timur.

Semuanya adalah Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara Periode 2018-2023 Abdul Gafur Mas'ud (AGM) dan orang kepercayaan AGM, yakni Nis Puhadi, Supriadi, Rizky, serta Asdar.

Lalu, Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Muliadi beserta istrinya Welly, Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro, dan Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman.

Selanjutnya, Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis dan Achmad Zuhdi alias Yudi sebagai swasta.

Alex menuturkan bahwa para tersangka atas kasus ini adalah Achmad Zuhdi sebagai pemberi. Sedangkan sebagai penerima ada lima orang.

“AGM, MI [Mulyadi], EH [Edi Hasmoro], JM [Jusman], dan NAB [Nur Afifah Balqis],” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK penajam paser utara
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top