Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kado dari Jokowi, Anak di Bawah 18 Tahun Bisa Mudik Tanpa Tes Covid-19

Pemerintah akan membebaskan anak di bawah usia 18 tahun ikut mudik lebaran tanpa tes Covid-19, asalkan sudah menjalani vaksinasi sebanyak dua kali.
Penumpang kereta api Sawunggalih dari Kutoarjo tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Penumpang kereta api Sawunggalih dari Kutoarjo tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan Pemerintah akan memberikan kelonggaran bagi anak di bawah 18 tahun yang akan melakukan perjalanan mudik.

Menkes mengatakan, Pemerintah akan membebaskan anak di bawah usia 18 tahun ikut mudik tanpa tes Covid-19, asalkan sudah menjalani vaksinasi sebanyak dua kali.

Dia menuturkan, kelonggaran aturan mudik bagi anak di bawah 18 tahun ini berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai mendengarkan saran dan masukan dari publik.

"Kita memang mensyaratkan booster kalau tidak mau dites antigen atau PCR untuk mudik, tapi booster ini kan hanya diberikan ke usia di atas 18 tahun ke atas, jadi memang ada dinamika. Nah kalo anak di bawah 18 gimana?" ujarnya melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/4/2022).

Budi melanjutkan bahwa Jokowi memahami dinamika tersebut. Oleh karena itu, Jokowi memutuskan agar anak di bawah 18 tahun boleh mudik tanpa harus tes antigen atau PCR.

"Dibooster juga belom boleh, jadi akhirnya diputuskan oleh bapak presiden anak-anak remaja, kalau mau mudik belum dibooster nggak apa-apa, nggak usah dites antigen," ujarnya.

Dengan demikian, Menkes menyatakan anak di bawah 18 tahun bisa mendampingi orang tuanya untuk mudik tanpa perlu tes antigen asal vaksinasi sudah dua kali.

"Jadi ini hadiah dari beliau kepada anak-anak kita yang keluarganya mau menikmati mudik ini dengan lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Budi menyebutkan menyambut Lebaran 2022 atau Idulfitri 1443 Hijriah, Pemerintah kembali melakukan sero survei yang kedua agar kebijakan yang Pemerintah ambil untuk menghadapi lebaran memiliki basis riset.

Dia mengatakan berdasarkan survei kedua mencatatkan kadar antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan hasil sero survei pada November-Desember 2021 yaitu 88,6 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper