Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

8 Tradisi Unik di Indonesia Jelang Ramadan, Penuh Filosofi

Berikut sejumlah tradisi unik di Indonesia yang biasa ditemui jelang bulan Ramadan. Ada apa saja, ya?
Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  14:00 WIB
8 Tradisi Unik di Indonesia Jelang Ramadan, Penuh Filosofi
Warga berdoa saat tradisi nyadran atau ziarah kubur di Makam Sewu, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, Senin (8/6). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Bulan Ramadan akan tiba dalam hitungan hari. Untuk menyambutnya, sebagian masyarakat pun biasanya menjalankan tradisi unik yang ada di daerahnya.

Bentuknya pun beragam. Mulai dari mensucikan diri dengan mandi, mendoakan leluhur, dan berbagi makanan.

Selengkapnya, berikut beberapa tradisi khas untuk menyambut bulan Suci Ramadan.

Tradisi unik di beberapa daerah jelang Ramadan

1. Padusan, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

Padusan berasal dari kata adus (bahasa Jawa) yang berarti mandi. Tradisi dengan tujuan mensucikan diri tersebut biasa dilakukan di sumber mata air. Di samping itu, padusan juga menjadi medium muhasabah atau introspeksi diri dari berbagai kesalahan.

2. Bajong Banyu, Magelang, Jawa Tengah

Bajong Banyu atau yang juga disebut sebagai perang air ini merupakan ritual pembersihan diri yang diawali dengan kirab, di mana warga mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa air dalam kendi. Adapun air tersebut diambil dari mata air (Tuk) Dawung yang terletak sekitar 100 meter di sebelah Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tegah.

Setelah acara pengambilan air selesai, seluruh warga lantas saling melempar air yang sudah dimasukan dalam kemasan plastik. Tradisi tersebut sekaligus menjadi simbol peleburan kesalahan antarwarga.

3. Mapag Sadran, Banyumas, Jawa Tengah

Mapag sadran adalah ritual masyarakat jelang Ramadan di Desa Tambaknegara, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah. Dalam tradisi tersebut, warga berbondong-bondong mengunjungi makam leluhur dan mendoakan agar kesalahan para leluhurnya diampuni. Setelah acara selesai, warga lalu mengadakan acara makan bersama sebagai sarana untuk saling bersilahturahmi.

4. Nyadran, Jawa Tengah

Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta, yakni sraddha yang berarti keyakinan. Tradisi ini dilakukan setiap hari ke-10 bulan Rajab dengan membersihkan makam leluhur, tabur bunga, dan kenduri.

5. Nyorog, Betawi

Nyorog dilakukan dengan berbagi bingkisan makanan ke saudara dan keluarga yang tinggal berjauhan. Umumnya, makanan yang dikirimkan adalah gula, beras, dan daging. Tradisi ini sekaligus dilakukan sebagai tanda penghormatan dari orang yang lebih muda ke orang yang lebih tua.

6. Meugang, Aceh

Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga oleh masyarakat Aceh. Biasanya ia dilakukan tiga kali dalam setahun, yakni dua hari sebelum bulan Ramadan, dua hari jelang Idulfitri, dan dua hari jelang Iduladha.

7 Malamang, Sumatra Barat

Malamang dalam bahasa Minangkabau berarti membuat lemang, yakni makanan dari beras ketan putih dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu. Namun, tidak semua daerah di Sumatera Barat melakukan tradisi ini, hanya beberapa kabupaten dan kota saja, seperti Padang Pariaman, Pariaman, dan Padang.

8. Suru Maca, Sulawesi Selatan

Suru Maca adalah tradisi membaca doa bersama untuk dikirimkan pada leluhur yang telah meninggal yang dipimpin oleh Sanro atau tokoh agama. Masyarakat Muslim Bugis meyakini doa yang dikirimkan ditujukan untuk membersihkan jiwa dan rohani sebelum menjalankan ibadah di bulan puasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan bulan puasa tradisi unik
Editor : Aliftya Amarilisya
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top