Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amerika Serikat dan Uni Eropa Bentuk Strategi Pengurangan Gas Rusia

Amerika Serikat dan Uni Eropa meluncurkan program untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil Rusia setelah invasi ke Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Maret 2022  |  23:07 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan konferensi pers di Brussel, Belgia, pada Senin (21/12/2020). - Bloomberg
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan konferensi pers di Brussel, Belgia, pada Senin (21/12/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA--Amerika Serikat dan Uni Eropa meluncurkan program untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil Rusia setelah invasi ke Ukraina.

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan pembentukan gugus tugas bersama yang bertujuan untuk memotong ketergantungan blok tersebut pada impor Rusia.

“Putin telah menggunakan sumber daya energi Rusia untuk memanipulasi tetangganya,” kata Biden, yang berkunjung ke Eropa minggu ini untuk mengambil bagian dalam beberapa pertemuan darurat. Biden mengatakan Putin menggunakan keuntungan penjualan minyak untuk menggerakkan mesin perang.

“Hari ini, kami telah menyepakati rencana bersama menuju tujuan itu sambil mempercepat kemajuan kami menuju masa depan energi bersih yang aman,” katanya seperti dikutip Aljzeera.com, Jumat (25/3).

Menurut Biden, inisiatif itu bertujuan selain membantu Eropa mengurangi ketergantungan pada gas Rusia secepat mungkin, juga mengurangi permintaan gas Eropa secara keseluruhan.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Biden mengatakan AS akan bekerja dengan mitra untuk memastikan tambahan 15 miliar meter kubik gas alam cair (LNG) untuk UE pada tahun 2022.

Komisi Eropa pada gilirannya akan bekerja dengan negara-negara anggota UE untuk memastikan permintaan setidaknya 50 miliar meter kubik LNG AS per tahun, menurut Gedung Putih.

“Dalam dunia yang menghadapi kekacauan, persatuan trans Atlantik akan menjadi nilai dan aturan fundamental yang diyakini warga kita,” kata Von der Leyen pada konferensi pers.

“Kami ingin sebagai orang Eropa melakukan diversifikasi dari Rusia ke pemasok yang kami percayai, yang berteman dan dapat diandalkan,” tambahnya. Oleh karena itu, komitmen AS untuk memberi Uni Eropa tambahan setidaknya 15 miliar meter kubik LNG tahun ini merupakan langkah besar untuk menggantikan pasokan LNG yang saat ini berasal dari Rusia, katanya.

Program baru itu akan diawasi oleh gugus tugas yang diketuai oleh perwakilan dari Gedung Putih dan perwakilan dari presiden Komisi Eropa. Gugus tugas itu akan bekerja untuk “memastikan keamanan energi untuk Ukraina dan Uni Eropa dalam persiapan untuk musim dingin berikutnya

LNG Rusia menyumbang sekitar 45 persen dari impor UE pada tahun 2021. Sedangkan secara keseluruhan, UE mengimpor sekitar 90 persen LNG-nya, yang sebagian besar digunakan untuk pemanas rumah dan di sektor industri

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa gas amerika serikat Rusia Ukraina
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top