Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kronologi Kasus Haris dan Fatia, dari Riset Berujung Laporan Luhut

Kasus Haris Azhar berawal dari unggahan video berjudul “Ada Lord Luhut dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga ada” di Youtube-nya Agustus lalu.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  08:07 WIB
Kronologi Kasus Haris dan Fatia, dari Riset Berujung Laporan Luhut
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar menjawab pertanyaan wartawan usai mengunjungi kantor KPK di Jakarta, Kamis (10/12/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso - wsj.

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti ditetapkan tersangka oleh polisi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Kasus tersebut berawal dari unggahan video berjudul “Ada Lord Luhut dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga ada” di Youtube Haris pada Agustus tahun lalu.

Tak terima karena merasa namanya dicemarkan, Luhut melaporkan keduanya sebulan kemudian. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, ter tanggal 22 September 2021.

Dalam laporannya Luhut turut menyertakan barang bukti video yang diduga diunggah oleh akun YouTube milik Haris Azhar.

Naik ke Penyidikan

Laporan Luhut naik ke tingkat penyidikan pada awal Januari. Saat itu status Haris dan Fatia masih menjadi saksi. Hal tersebut diklaim polisi karena proses mediasi berakhir buntu.

Pertengahan Januari, Haris dan Fatia tiba-tiba didatangi polisi di kediaman masing-masing. Mereka hendak dibawa ke Polda Metro Jaya.

Akhir pekan lalu, keduanya dikabarkan telah menjadi tersangka. Kemarin, Senin (21/3/2022) Haris dan Fatia dipanggil kembali oleh polisi dengan status baru. Keduanya hadir dalam pemeriksaan tersebut.

Sementara dari situs kontras.org, kasus yang menjerat Haris dan Fatia dianggap sebagai kriminalisasi terhadap aktivis atau pembela HAM.

Sebab, Haris dan Fatia dilaporkan karena melangsungkan diskusi atas hasil riset beberapa organisasi masyarakat sipil yang membahas tentang penempatan militer di Intan Jaya dan kaitannya dengan konflik bisnis pejabat publik.

“Kriminalisasi terhadap Haris dan Fatia jelas merupakan bentuk represi terhadap warga sipil yang menyampaikan ekspresinya. Fenomena ini jelas berbahaya, sebab akan berimplikasi pada ketakutan dan pembungkaman publik dalam skala besar,” tulis situs kontras.org dikutip Selasa (22/3/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polda metro jaya Luhut Pandjaitan Haris Azhar
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top