Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Zelensky ke Rusia: Segera Lakukan Perundingan Damai!

Presiden Ukrainia, Volodymyr Zelensky mendesak Swiss untuk menindak tegas oligarki Moskow yang menurutnya membantu persenjataan Rusia dengan uang mereka.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan keterangan melalui video yang diunggah di Facebook
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan keterangan melalui video yang diunggah di Facebook

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Ukrainia, Volodymyr Zelensky meminta agar perjanjian damai dengan Rusia segera dilaksanakan dan mendesak Swiss untuk menindak tegas oligarki Moskow yang menurutnya membantu persenjataan Rusia dengan uang mereka.

Badan Intelejen Inggris telah memperingatkan bahwa Rusia yang tengah geram akibat gagalnya misi mereka sejak invasi ke Ukraina tanggal 24 Februari, akan menggunakan strategi pengurangan (komoditas ekspor) yang memicu krisis kemanusiaan.

Pasukan Rusia telah mengalami kekalahan besar dan kemajuan mereka sebagian besar terhenti sejak Presiden Vladimir Putin melancarkan serangan itu, dengan barisan panjang pasukan yang menyerang Kiev dihentikan di pinggiran kota.

Meski demikian, tentara Rusia mengepung kota-kota, meledakkan daerah perkotaan menjadi puing-puing, dan dalam beberapa hari terakhir telah mengintensifkan serangan rudal terhadap sasaran yang tersebar di Ukraina barat, jauh dari medan perang utama.

Zelensky, yang sering membuat seruan berapi-api kepada audiens asing untuk membantu negaranya, mengatakan pada protes anti-perang di Bern bahwa bank-bank Swiss adalah tempat "uang orang-orang yang menggelorakan perang ini" dan rekening mereka harus dibekukan.

“Kota-kota di Ukrainia telah dihancurkan oleh sekelompok orang yang tinggal di banyak negara Eropa, terutama di kota-kota di Swiss yang indah, mereka memiliki properti sana. Akan lebih baik jika [Swiss] mencabut privilege mereka," kata Zelenskyy, dilansir dari Channel News Asia, Minggu (20/03/2022).

Swiss sejatinya adalah negara netral yang tidak tergabung dalam Uni Eropa (UE), yang mengadaptasi tindakan UE dalam menjatuhkan sanksi bagi Rusia dan badan-badan terkait Rusia, termasuk membekukan aset konglomerat Rusia di Bank Swiss.

Tindakan Uni Eropa adalah bagian dari sanksi yang dijatuhkan Barat. Tindakan ini dikecam China, karena dianggap memperlemah ekonomi Rusia.

Dalam pesan yang dialamatkan pada hari Sabtu (19/3), Zelensky mendesak Rusia untuk melakukan perundingan damai sekarang juga.

"Saya ingin semua orang mendengarkan saya, terutama yang berada di Moskow. Waktu untuk berunding dan diskusi telah tiba. Inilah saatnya untuk mengembalikan kedaulatan wilayah dan keadilan bagi Ukraina. Jika tidak, kerugian yang diderita Rusia akan semakin besar dan memerlukan waktu yang sangat lama untuk memulihkannya," tegas Zelensky.

Atase Pertahanan Ingrris untuk Amerika Serikat, menyatakan Marsekal Mick Smeath Badan Interlejen Inggris meyakini bahwa Rusia telah dikalahkan oleh Ukrainia dan gagal meraih tujuannya.

"Rusia telah mengubah modus operandinya, menerapkan pendekatan operasional dan sekarang mengejar strategi gesekan yang kemungkinan melibatkan penggunaan senjata api secara sembarangan yang mengakibatkan meningkatnya korban dari warga sipil,” terang Smeath dalam keterangan resmi.

Putin, yang menyebut tindakan itu sebagai "operasi khusus" yang bertujuan untuk mendemiliterisasi Ukraina dan membersihkannya dari apa yang dilihatnya sebagai nasionalis berbahaya, mengatakan pada rapat umum hari Jumat di Moskow bahwa semua tujuan Kremlin akan tercapai.

Pada hari Sabtu, Rusia mengatakan rudal hipersoniknya telah menghancurkan gudang bawah tanah yang besar untuk rudal dan amunisi pesawat di wilayah barat Ivano-Frankivsk. Senjata hipersonik dapat bergerak lebih cepat dari lima kali kecepatan suara dan badan Interfax mengatakan itu adalah pertama kalinya Rusia menggunakannya di Ukraina.

Seorang juru bicara Komando Angkatan Udara Ukraina mengkonfirmasi serangan itu, tetapi mengatakan pihak Ukraina tidak memiliki informasi tentang jenis rudal yang digunakan.

Meski begitu, kementerian pertahanan Ukraina, dalam pembaruan yang diposting di Facebook, mengatakan "situasi operasional tidak berubah secara signifikan".

"Pasukan memusatkan upaya mereka di sekitar kota-kota penting yang strategis seperti Kiev, Chernihiv, Kharkiv, Mariupol dan Mykolayiv," kata juru bicara tersebut seraya menambahkan bahwa "pasukan Rusia terus menderita kerugian besar".

Komando militer Ukraina bertanggung jawab atas pasukan di dua wilayah timur yang memisahkan diri. Ukraina mengatakan mereka telah melawan 10 serangan pada Sabtu (19/3), menghancurkan total 28 tank, pengangkut personel lapis baja dan mobil lapis baja dan menewaskan lebih dari 100 tentara.

Badan hak asasi manusia PBB mengatakan sedikitnya 847 warga sipil telah tewas dan 1.399 terluka di Ukraina pada hari Jumat, dengan angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Kantor kejaksaan Ukraina mengatakan 112 anak-anak termasuk di antara yang tewas. Rusia mengatakan tidak menargetkan warga sipil.

Pihak berwenang Kiev mengatakan pada hari Sabtu bahwa 228 orang telah tewas di ibukota sejak invasi Rusia dimulai, termasuk empat anak. Lebih lanjut 912 orang terluka, kata pemerintah kota Kiev dalam sebuah pernyataan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper