Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ukraina Hentikan Pasukan Tank dan Hancurkan 7 Pesawat Rusia

Pasukan Ukraina terus berjibaku untuk membendung gerak maju pasukan Rusia yang semakin mendekati ibu kota.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 18 Maret 2022  |  14:11 WIB
Ukraina Hentikan Pasukan Tank dan Hancurkan 7 Pesawat Rusia
Lambang "Z" yang ada di tank milik pasukan Rusia yang digunakan untuk menyerang Ukraina - NDTV

Bisnis.com, JAKARTA – Militer Ukraina mengklaim berhasil menahan laju pasukan Rusia yang berupaya mendekati ibu kota, Kiev.

Selama 24 jam terakhir, pasukan Ukraina telah menghancurkan sebagian dan menghentikan pergerakan unit Resimen Pelatihan ke-437 dan Resimen Tank Angkatan Bersenjata ke-26 dari Federasi Rusia.

Sementara pada hari sebelumnya, pasukan rudal anti-pesawat dan jet tempur Ukraina menghantam 14 target udara musuh yang terdiri dari 7 pesawat, 1 helikopter, 3 UAV, dan 3 rudal jelajah,

“Kerugian musuh sedang diklarifikasi,” tulis keterangan resmi pemerintah Ukraina, Jumat (18/3/2022).

Ukraina menyebut bahwa komando angkatan bersenjata federasi Rusia telah mengambil tindakan ekstrim dalam hal kepegawaian. Mereka melakukan mobilisasi rahasia, menarik "sukarelawan", wajib militer dan taruna, serta tentara bayaran dari Republik Arab Suriah.

Di beberapa wilayah yang diduduki sementara, penjajah Rusia berusaha menciptakan citra positif dengan membagikan makanan kepada penduduk sipil.

Namun pada saat yang sama, Rusia secara aktif mencari dan menahan aktivis pro-Ukraina, pegawai negeri, anggota Operasi Anti-Teroris  atau Operasi Pasukan Gabungan dan anggota keluarga mereka, serta warga negara lain yang mungkin mengorganisir perlawanan terhadap Rusia.

Kendati demikian, pihak Ukraina menyebutkan bahwa Rusia terus menderita kerugian. Rusia  memiliki masalah dengan menyediakan unit.

“Kondisi moral dan psikologis yang rendah dari personel menyebabkan peningkatan jumlah desersi dan penolakan prajurit angkatan bersenjata rederasi Rusia dan tentara bayaran untuk mengambil bagian dalam perang melawan Ukraina,” tukas laporan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top