Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Ukraina Minta Sekutu Jatuhkan Sanksi ke Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta para sekutunya, terutama negara Eropa, memberikan sanksi kepada Rusia guna mencengah kondisi semakin parah.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 20 Februari 2022  |  08:10 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kyiv, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada (29/1/2022). - Antara /Reuters
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kyiv, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada (29/1/2022). - Antara /Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah peringatan AS bahwa Rusia telah memutuskan untuk berpotensi menyerang Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskiy terbang ke Munich untuk menyampaikan pesan keras kepada sekutunya.

Mantan komedian televisi tersebut melontarkan beberapa lelucon pada hari Sabtu lalu (20/2/2022), ketika dia menuduh AS dan Eropa membiarkan infrastruktur keamanan benua itu runtuh.

Dia mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan platform yang sama - Konferensi Keamanan Munich tahun 2007 - untuk menyampaikan pidato di mana dia secara terbuka menentang tatanan pasca-Perang Dingin.

“Bagaimana tanggapan dunia?” Zelenskiy bertanya. “Dengan ketenangan,” jawabnya.

Sementara Rusia telah berulang kali membantah rencana untuk menyerang Ukraina, Zelenskiy berusaha menggambarkan negaranya sebagai penjaga garis depan keamanan bagi negara-negara Eropa di barat.

Ukraina, kata Zelenskiy, tidak perlu mengemis senjata untuk mempertahankan keamanan Eropa dari salah satu militer terbesar di dunia.

"Itu bukan sikap mulia yang membuat Ukraina harus tunduk," katanya. "Ini adalah kontribusi Anda untuk keamanan Eropa dan dunia."

Zelenskiy mengatakan dia berterima kasih atas bantuan diplomatik, keuangan dan militer yang ditawarkan sekutu Barat Ukraina sejak Rusia merebut Krimea dan memicu pemberontakan bersenjata di Ukraina timur.

AS mengatakan telah mengirimkan bantuan militer senilai US$2,7 miliar sejak 2014, termasuk senjata anti-tank modern.

Dalam beberapa bulan terakhir, sekutu NATO lainnya telah mengirim rudal anti-pesawat yang ditembakkan dari bahu dan rudal anti-tank khusus untuk digunakan dalam perang perkotaan.

Namun, jika sekutu benar-benar ingin membantu, mereka harus mengatur dana untuk stabilitas dan rekonstruksi untuk Ukraina, dan program pinjaman-sewa, memasok senjata baru, mesin, peralatan untuk tentara kita -- tentara yang melindungi seluruh Eropa, menurut Zelenskiy.

Dia menyerukan peta jalan yang jelas untuk keanggotaan Ukraina di NATO dan Uni Eropa. Zelenskiy juga mengkritik sekutu karena tidak mau memberikan sanksi kepada Rusia sekarang untuk mencegah Putin dengan lebih baik, sambil dengan keras memprediksi invasi Rusia yang akan segera terjadi.

“Kami tidak membutuhkan sanksi Anda setelah perang dimulai dan kami tidak memiliki perbatasan,” kata Zelenskiy.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa rusia ukraina

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top