Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kementerian Agama Evaluasi Pemberangkatan Umrah Via Bandara Soetta

Kementerian Agama sedang mengevaluasi protokol pemberangkatan umrah via Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
Umat Islam dari berbagai penjuru dunia kembali bisa melaksanakan ibadah umrah di Masjidil Haram, Makkah seiring diolonggarkannya protokol Covid-19 oleh Kerajaan Arab Saudi/Instagram @haramain_info
Umat Islam dari berbagai penjuru dunia kembali bisa melaksanakan ibadah umrah di Masjidil Haram, Makkah seiring diolonggarkannya protokol Covid-19 oleh Kerajaan Arab Saudi/Instagram @haramain_info

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Agama sedang mengevaluasi protokol pemberangkatan umrah via Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi terkait pemberangkatan umrah. Salah satunya dengan pelaksanaan karantina kepulangan dan layanan di Bandara Soetta.

Pemerintah, lanjutnya, juga telah menerima aspirasi dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Misalnya menambah akses pintu keberangkatan jemaah umrah selain Bandara Soetta serta keterlibatan tim Kemenag mengawal proses PCR jemaah.

Selain itu, mempersingkat masa karantina hingga menerapkan akses satu pintu khusus jemaah umrah saat keluar dari bandara agar tidak berbaur dengan penumpang perjalanan luar negeri lainnya. 

"Terima kasih atas masukan dan aspirasinya. Tentunya aapirasi ini nanti akan kami sampaikan dalam rapat bersama Menteri Agama, Komisi VIII DPR RI dan dalam rapat lintas kementerian," kata Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi dikutip Minggu (13/2/2022).

Menurutnya persoalan umrah di tengah pandemi harus melibatkan banyak pihak. Dia juga bersyukur PPIU dan jemaah umrah yang sudah disiplin menjalankan protiokol kesehatan saat menjalani ibadah umrah.

Menurutnya disiplin jemaah umrah Indonesia dipuji oleh pemerintah Arab Saudi. Dia berharap sepulang umrah tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

"Jangan ada lagi stigma negatif kepada jemaah umrah kita, apalagi sampai membawa klaster baru. Masalah umrah harus kita update terus. Kalau tidak kita khawatir karena perkembangan dinamikanya tidak bisa kita duga sehingga pelaku jasa travel umrah dan haji betul-betul bisa melakukan antisipasi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper