Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polres Binjai Bongkar Jaringan Perdagangan Orangutan Sumatra

Dugaan sementara satwa dilindungi itu berasal dari Aceh dan dikirim ke Kota Binjai melalui angkutan umum.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 01 Februari 2022  |  17:30 WIB
Seekor orang utan Sumatra (Pongo abelii) korban praktik perdagangan satwa yang digagalkan aparat di Kota Binjai, Sumatra Utara, Selasa (1/2 - 2022)
Seekor orang utan Sumatra (Pongo abelii) korban praktik perdagangan satwa yang digagalkan aparat di Kota Binjai, Sumatra Utara, Selasa (1/2 - 2022)

Bisnis.com, BINJAI - Aparat kepolisian berhasil membekuk pelaku dugaan perdagangan satwa liar individu orangutan Sumatra (Pongo abelii) di Kota Binjai, Sumatra Utara, Selasa (1/2/2022).

Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting mengatakan, petugas masih mendalami lebih lanjut kasus ini.

Namun demikian, dugaan sementara satwa dilindungi itu berasal dari Aceh dan dikirim ke Kota Binjai melalui angkutan umum. Petugas kemudian menciduk tiga orang di suatu terminal. Mereka diduga berperan menjemput orangutan itu sebelum akhirnya dijual.

"Kami sedang mendalami untuk detailnya," kata Ferio kepada Bisnis.

Berdasar informasi sementara, ketiga orang yang lebih dulu diciduk diduga akan menjual satwa tersebut kepada seorang lelaki di kota yang sama. Lelaki itu berinisial E dan akhirnya juga turut ditangkap tak lama kemudian.

E diduga akan lanjut menjual satwa itu kepada seorang narapidana yang saat ini mendekam di Lapas Pekanbaru, Riau. Yang bersangkutan dipenjara juga karena kasus serupa, yakni perdagangan satwa berupa leopard dan singa.

Saat ini, satu individu orang utan itu telah dibawa ke Pusat Rehabilitasi dan Karantina Orangutan Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Menurut Founder Yayasan Orangutan Sumatera Lestasi - Orang utan Information Center (YOSL-OIC) Panut Hadisiswoyo, orangutan korban perdagangan ini berjenis kelamin jantan.

Usianya diperkirakan lima tahun dan diduga berasal dari Aceh. Meski kondisi kesehatannya relatif baik, orang utan itu mengalami luka pada bagian jari kakinya.

Sebelum diperdagangkan, Panut menduga orangutan itu sempat dipelihara. "Kondisinya cukup sehat. Tapi ada luka di bagian telunjuk kaki kiri. Detail penyebab luka ini kami kurang tahu," kata Panut kepada Bisnis.

Lebih lanjut, Panut berharap aparat mengusut tuntas asal-usul satwa dan memberi efek jera kepada terduga pelaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang utan binjai
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top