Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korupsi LPEI, Kejagung Dalami Penerimaan Fasilitas Pembiayaan

Kejaksaan Agung memeriksa dua orang saksi dalam kasus Korupsi Penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional Oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 01 Februari 2022  |  14:26 WIB
Korupsi LPEI, Kejagung Dalami Penerimaan Fasilitas Pembiayaan
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa, 30 November 2021 meringkus seorang pengacara bernama Didit Wijayanto Wijaya terkait perkara tindak pidana korupsipembiayaan ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) 2013-2019 - JIBI/BISNIS - Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung memeriksa dua orang saksi dalam kasus korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2013-2019.

Saksiyang diperiksa adalah YTP selaku pihak LPEI, dan EP selaku pihak PT Hongna Consulting. Penyidik mendalami soal penerimaan fasilitas pembiayaan pada debitur LPEI.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan dia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dalam penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer, dikutip Selasa (1/2/2022).

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tujuh orang sebagaj tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Ketujuh saksi itu diduga menghalang-halangi penyidikan. Ketujuh orang itu sempat dipanggil namun mangkir.

Mereka adalah: Direktur Pelaksana UKM dan Asuransi Penjaminan LPEI 2016-2018, Indrawijaya Supriadi; mantan Kepala Departemen Analisa Risiko Bisnis (ARD) II LPEI 2017-2018, Novlies Hendrawan; mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Makassar (LPEI) 2019-2020, Eko Madiasto

Kemudian, Mantan Relationship Manager Divisi Unit Bisnis 2015-2020, Creisa Ryan Gara Sevada, Deputi Bisnis pada LPEI Kanwil Surakarta 2016-2018, Amri Alamsyah; mantan Kepala Departemen Bisnis UKMK LPEI, Mugi Lestiadi; dan pegawai Manager Resiko PT. BUS Indonesia, Rizki Armando Riskomar.

Mereka langsung ditahan selama 20 hari. Penahanan dilakukan sejak 20 November 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lembaga pembiayaan ekspor indonesia Kejaksaan Agung
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top