Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Penetapan Upah Minimum 2022, Menaker Bantah Memihak Pengusaha

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan bahwa penetapan upah minimum 2022 sebagai jalan tengah antara pekerja dan pengusaha.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  14:47 WIB
Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers virtual Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dipantau dari Jakarta pada Senin (12/4/2021). - Antara\r\n
Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers virtual Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dipantau dari Jakarta pada Senin (12/4/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan bahwa dalam penetapan upah minimum 2022 posisinya berada di tengah.

Oleh karena itu, ia membantah jika ada yang beranggapan kebijakannya tidak memperhatikan terhadap nasib buruh atau pekerja.

"Saya bukan milik pengusaha. Saya juga harus ada di tengah. Saya juga harus mempertimbangkan bagaimana kesempatan kerja bagi pengangguran kita yang karena Covid naik cukup tajam," ucapnya dikutip dari laman NU Online, Senin (24/1/2022).

Ida menyadari bahwa dalam penetapan uapah minimum itu banyak kalangan buruh yang tidak puas. Hal itu karena kenaikan upah dianggap tidak sesuai harapan.

Namun demikian, pihaknya harus juga bersikap adil. Pasalnya, di tengah kondisi pandemi saat ini tak sedikit para pengusaha yang gulung tikar karena omsetnya merosot secara drastis.

"Dan berbagai cerita pilu yang lain tentu saja kami harus fair dalam menetapkan upah minimum," lanjut Menaker.

Lebih lanjut dikatakan Ida, kebijakan terkait penetapan upah itu dianggap sebagai jalan tengah yang harus diambil pemerintah. Sebab, kondisinya memang sulit dan tidak mudah.

"Perlindungan pengupahan kita jaga, keberlangsungan usaha harus kita perhatikan," imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

upah minimum
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top