Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fokus Pada Korban, Istri Gubernur Jabar Bantah Tutupi Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati

Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya mengatakan bahwa Forum Anak Jawa Barat fokus pada pemulihan kesehatan dan hak para korban pemerkosaan.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  12:51 WIB
Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya membantah menutupi kasus pemerkosaan 12 santriwati di Bandung dan menjelaskan bahwa Forum Anak Jawa Barat fokus pada korban - humas.jabarprov.go.id.
Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya membantah menutupi kasus pemerkosaan 12 santriwati di Bandung dan menjelaskan bahwa Forum Anak Jawa Barat fokus pada korban - humas.jabarprov.go.id.

Bisnis.com, SOLO - Atalia Praratya, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, membantah dirinya menutupi kasus pemerkosaan 12 santriwati di Bandung.

Atalia yang juga berstatus sebagai Bunda Forum Anak Daerah Jabar mengaku hanya berfokus pada korban.

"Tidak mengekspos bukan berarti menutupi. Jadi saya akan bekerja sesuai porsi saya. Jadi pada waktu itu tugas saya memastikan anak-anak itu terlindungi. Termasuk juga mereka bisa mendapatkan pemenuhan hak yang saat itu sangat minim," kata Atalia dikutip dari Youtube tvOne, Selasa (14/12/2021).

Menurut Atalia, permasalahan pemerkosaan 12 santriwati ini mulai dilakukan penangannya pada Mei 2021.

Saat itu, laporan bermula dari kades di Garut ke pihak kepolisian.

Kemudian pihak Bunda Forum Anak Jabar pun mengamankan sekitar 20 anak, yang terdiri dari korban dan para saksi.

"Nah pada saat itu ada sekitar 20 anak diamankan. Dari 20 anak ini, ada 13 menjadi korban dan sisanya adalah saksi," lanjut Atalia.

Ia pun menuturkan bahwa 20 anak tersebut memiliki rentang usia 14 hingga 20 tahun.

Saat diamankan, terdapat 5 anak yang diketahui sudah melahirkan dan 4 lainnya sedang hamil.

Atalia kemudian menegaskan bahwa saat kasus tersebut diangkat ke media, pihaknya masih tetap fokus pada perlindungan anak.

Pihaknya juga menginginkan adanya hukuman maksimal yang diberikan oleh hakim kepada pelaku.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung pemerkosaan
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top