Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta di Balik Foto Viral Pemerkosa 12 Santriwati Disebut Babak Belur di Penjara

Pemerkosa 12 santriwati di Bandung, Herry Wirawan atau HW, disebut mengalami babak belur di bagian wajahnya setelah mendekam 2 bulan di penjara.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  12:20 WIB
Hoaks foto Herry Wirawan atau HW, pemerkosa 12 santriwati di Bandung, disebut mengalami babak belur di penjara - Twitter.
Hoaks foto Herry Wirawan atau HW, pemerkosa 12 santriwati di Bandung, disebut mengalami babak belur di penjara - Twitter.

Bisnis.com, SOLO - Sebuah foto yang menunjukkan keadaan terkini Herry Wirawan (HW) dalam keadaan babak belur, viral di media sosial.

Pelaku pemerkosa 12 santriwati tersebut disebut mengalami luka memar di bagian wajahnya saat dipenjara. Dalam foto itu, mata kanan HW bengkak dan pipi serta bibirnya membiru.

Foto-foto tersebut beredar luas di media sosial Twitter pada Selasa (14/12/2021). Namun ternyata, foto tersebut bukanlah foto asli dari HW karena telah mengalami editan.

Kepala Rumah Tahanan Negara Klas I Bandung, Riko Stiven, mengatakan bahwa foto yang viral di media sosial tersebut adalah hoaks.

"Itu (foto kondisi wajah HW) saya pastikan tidak benar karena pada pagi tadi saya juga sudah mengobrol langsung dengan yang bersangkutan. Dia (HW) dalam keadaan sehat jasmani dan rohani," kata Riko dikutip Bisnis dari Youtube KompasTV.

Dari pantauan Bisnis, HW atau Herry Wirawan yang dilabeli sebagai predator anak tersebut telah ditahan di Rutan Kelas 1 Bandung atau Rutan Kebonwaru, Jalan Jakarta Kota Bandung.

Berbeda dari informasi yang beredar di medsos, kondisi HW nampak biasa saja.

Saat melakukan wawancara dengan salah satu televisi swasta, HW nampak segar bugar dan masih bisa tersenyum.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung pemerkosaan pesantren viral
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top