Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diklaim Plagiat, Taylor Swift Digugat karena Lagu Shake It Off

Kasus gugatan dugaan plagiarisme lagu Shake it Off milik Taylor Swift kembali dibuka oleh pengadilan setelah penggugat mengajukan banding.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 12 Desember 2021  |  15:12 WIB
Taylor Swift tampil di ajang Grammy Awards 2016.  - Bloomberg/Kevork Djansezian
Taylor Swift tampil di ajang Grammy Awards 2016. - Bloomberg/Kevork Djansezian

Bisnis.com, SOLO - Taylor Swift digugat atas tudingan plagriarisme atas lagu Shake It Off.

Lagu yang dirilis pada 2014 tersebut disebut memiliki kesamaan dengan lagu milik girl grup R&B 3LW yang berjudul Playas Gon' Play.

Yang menjadi sorotan dugaan plagiarisme yakni dalam lagu Shake It Off, Taylor Swift bernyanyi "the players gonna play, play, play, play, play, and the haters gonna hate, hate, hate, hate."

Lagu Playas Gon' Play yang ditulis oleh Sean Hall dan Nathan Butler, menyertakan lirik "Players, they gonna play and haters, they gonna hate."

Hall dan Butler mengatakan, kombinasi kata playas atau players dengan hatas atau haters adalah hal unik yang digunakan dalam lagu mereka.

Pasangan ini kemudian berniat mencari ganti rugi kepada Taylor Swift yang besarannya tidak disebutkan.

Dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Hakim Distrik Amerika Serikat Michael W. Fitzgerald pada Kamis, (9/12/2021), ia menolak permintaan Taylor Swift untuk membatalkan gugatan atas Shake It Off.

Kasus dugaan plagiarisme yang dilakukan Taylor Swift ini telah dibatalkan tahun 2018 tetapi pasangan itu mengajukan banding dan gugatan dihidupkan kembali.

Hakim Fitzgerald mengatakan bahwa ada beberapa perbedaan mencolok di antara lagu-lagu itu, tetapi juga cukup kesamaan objektif sehingga kasus tersebut harus dibawa ke pengadilan.

Ia pun melanjutkan, argumen persuasif yang dikeluarkan oleh Taylor Swift dan para pakar tak cukup untuk meloloskannya dalam masalah tersebut.

Di sisi lain, juru bicara Taylor Swift mengatakan bahwa para penuntut tersebut yang menggugat Taylor tentang pelanggaran hak cipta adalah konyol dan tidak lebih dari perampasan uang.

"Orang-orang ini bukanlah pencetus, atau pencipta frasa umum 'players' atau 'haters' atau kombinasinya. Mereka tidak menemukan frasa umum ini dan mereka juga bukan orang pertama yang menggunakannya dalam sebuah lagu," kata juru bicara Taylor Swift.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plagiat Taylor Swift
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top