Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kecelakaan Helikopter, Kepala Staf Pertahanan India dan 12 Orang Lainnya Tewas

Kepala Staf Pertahanan India Jenderal Bipin Rawat termasuk di antara 13 orang yang tewas dalam kecelakaan helikopter.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  06:55 WIB
Ilustrasi: Helikopter MI-17 - Reuters/Tim Wimborne
Ilustrasi: Helikopter MI-17 - Reuters/Tim Wimborne

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Staf Pertahanan India Jenderal Bipin Rawat termasuk di antara 13 orang yang tewas dalam kecelakaan helikopter kemarin, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan perubahan militer yang dipimpinnya.

Rawat adalah kepala staf pertahanan pertama India, posisi yang ditetapkan pemerintah pada 2019 dan dipandang dekat dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

Pria berusia 63 tahun itu bepergian dengan istri dan perwira senior lainnya dengan helikopter Mi-17 buatan Rusia, dan jatuh di dekat tujuannya di negara bagian Tamil Nadu selatan.

Modi mengatakan, Rawat adalah seorang prajurit yang luar biasa dan "patriot sejati" yang telah membantu memodernisasi angkatan bersenjata negara itu.

"Kepergiannya membuat saya sangat sedih," ujar perdana menteri sembari mengatakan India tidak akan pernah melupakan pengabdiannya yang luar biasa seperti dikutip TheGuardian.com, Kamis (9/12/2021).

Analis dan penulis strategis pertahanan Brahma Chellaney mencuit, bahwa kematian Rawat tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih buruk ketika agresi perbatasan China dengan India selama 20 bulan telah menghasilkan situasi seperti perang di sepanjang front Himalaya.

Rekaman dari kecelakaan menunjukkan kerumunan orang yang mencoba memadamkan bangkai helikopter yang berapi dengan air, sementara sekelompok tentara membawa salah satu penumpang pergi dengan tandu.

Rawat sedang menuju ke Defense Services Staff College (DSSC) untuk berbicara dengan mahasiswa di pangkalan angkatan udara Sulur dekat Coimbatore.

Helikopter itu jatuh enam mil (10 km) dari jalan utama terdekat sehingga memaksa pekerja darurat melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan, kata seorang petugas pemadam kebakaran.

Seorang saksi di tempat kejadian mengatakan dia melihat penumpang jatuh dari helikopter sebelum kecelakaan dan satu orang merangkak keluar dari reruntuhan.

Rawat adalah panglima dari 1,3 juta tentara dari 2017 hingga 2019 sebelum diangkat menjadi Kepala Staf Pertahanan, yang menurut para analis adalah untuk meningkatkan koordinasi antara tentara, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india rusia Helikopter
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top