Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kanada-Inggris Gabung AS-Australia Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing

Kanada dan Inggris bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia dalam memberlakukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin China.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  06:48 WIB
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/David Kawai
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/David Kawai

Bisnis.com, JAKARTA - Kanada dan Inggris bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia dalam memberlakukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin mendatang di Beijing akibat catatan hak asasi manusia China yang buruk.

Berbicara kepada wartawan di Ottawa kemarin, Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan, Kanada tidak akan mengirim delegasi resmi ke pertandingan tersebut, yang akan diadakan dari 4 hingga 20 Februari di Ibu Kota China.

Trudeau mengatakan dia berpikir keputusan itu tidak akan "mengejutkan China".

“Sikap kami sangat jelas selama bertahun-tahun terakhir tentang keprihatinan mendalam seputar pelanggaran hak asasi manusia dan ini merupakan kelanjutan dari kami mengungkapkan keprihatinan mendalam kami atas pelanggaran hak asasi manusia,” katanya ssperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (9/12/2021).

Akan tetapi, atlet Kanada masih akan berpartisipasi di Olimpiade, ujar Trudeau menambahkan.

Langkah tersebut mengikuti keputusan serupa dari Australia dan AS, pemerintahan Presiden Joe Biden mengutip perlakuan China terhadap Muslim Uighur di wilayah barat Xinjiang sebagai alasan memboikot Olimpiade.

"Perwakilan diplomatik atau pejabat AS tidak bisa memperlakukan Olimpiade ini sebagimana hal yang biasa dan kami tidak bisa melakukan itu," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan awal pekan ini.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan bahwa “akan ada boikot diplomatik secara efektif” terhadap Olimpiade di Beijing.

Hanya saja, dia menegaskan kembali penentangannya terhadap boikot olahraga, yang menurutnya tidak masuk akal.

“Tidak ada menteri yang akan hadir dan tidak ada pejabat,” kata Johnson di Parlemen.

Boikot diplomatik berisiko memperburuk  hubungan antara negara-negara Barat dan China, yang mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka tidak mengundang menteri Inggris ke pertandingan tersebut.

"Olimpiade Musim Dingin Beijing adalah pertemuan atlet Olimpiade dan pecinta olahraga musim dingin di seluruh dunia, bukan alat manipulasi politik untuk negara mana pun," kata juru bicara Kedutaan Besar China di London.

“Mempermasalahkan kehadiran pejabat pemerintah di Olimpiade Musim Dingin Beijing pada dasarnya adalah kampanye pencemaran nama baik politik,” kata juru bicara itu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china kanada olimpiade
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top