Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Pendaki Pertama Gunung Semeru, Ternyata Bukan Orang Indonesia

Pendaki Gunung Semeru merupakan ahli geogoli Eropa yang memviralkan keindahan Gunung Semeru di kalangan masyarakat Eropa pada tahun 1830-an.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  10:40 WIB
Foto udara kondisi permukiman warga yang tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. ANTARA FOTO - Zabur Karuru
Foto udara kondisi permukiman warga yang tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Akibat awan panas guguran Gunung Semeru tersebut puluhan rumah warga rusak dan ratusan warga mengungsi. ANTARA FOTO - Zabur Karuru

Bisnis.com, SOLO - Gunung Semeru merupakan gunung berapi kecurut yang ada di wilayah Jawa Timur, yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

Tak hanya itu, Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Secara administratif, gunung ini berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Diketahui, kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973.

Menurut sejarah, Gunung Semeru pertama kali didaki manusia pada 1838.

Ternyata pendakian tersebut tak dilakukan oleh masyarakat sekitar, melainkan orang Eropa yang datang ke Indonesia.

Orang pertama yang mendaki Gunung Semeru merupakan orang berkebangsaaan Eropa bernama C.F. Clignett, seorang geologi asal Belanda.

Clignett mendaki dari arah barat daya dengan melewati jalur Widodaren.

Widodaren sendiri merupakan salah satu gunung dengan ketinggian sekitar 2.650 mdpl, yang ada di sekitar komplek Semeru.

Akibat pendakian tersebut, Gunung Semeru sempat terkenal di Eropa pada tahun 1840-an.

Clignett membagikan ceritanya mengenai keindahan Gunung Semeru melalui buku yang ditulisnya. Selain itu, dirinya juga membagikan pengalaman pendakiannya.

Tak sendirian, Clignett ditemani oleh ahli geologi lain bernama Winny Brigita.

Setelah Clignett, Franz Wilhem Junghuhn menjadi orang kedua yang mendaki Gunung Semeru.

Berbeda dengan pendahulunya, Junghuhn mendaki Semeru melalui jalur Gunung Ayek-ayek, Gunung Inder-Inder dan Gunung Kepolo.

Junghuhn merupakan ahli botani yang diduga melakukan penelitian mengenai kondisi Gunung Semeru.

Melalui sebuah buku berjudul 'Java, Zijne Gedaante, Zijn Plantentooi en Inwendige Bouw’ yang diterbitkan pertama kali pada 1850 dan edisi lengkapnya pada 1854, Junghuhn pun bercerita mengenai keindahan Gunung Semeru yang pernah didakinya.

Diketahui, Gunung Semeru dikabarkan mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021).

Sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia dan 56 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana alam tersebut.

Dari pemberitaan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebanyak 1.300 warga harus mengungsi

Terbaru, PVMBG mencatat erupsi kembali terjadi pada Senin (6/12/2021) pagi.

Pihak PVMBG menyampaikan, sampai saat ini status Gunung Semeru masih level II atau waspada.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi Gunung Semeru
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top