Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bongkar Pasang Kepala BNPB, dari Doni Monardo hingga Suharyanto

Mayor Jenderal TNI Suharyanto segera menjabat sebagai Kepala BNPB menggantikan Letjen Ganip Warsito yang belum genap setahun menjabat.
Mayjen TNI Suharyanto - Dok. Kodam V Brawijaya
Mayjen TNI Suharyanto - Dok. Kodam V Brawijaya

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Mayor Jenderal TNI Suharyanto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (17/11/2021).

Suharyanto akan menggantikan Letjen Ganip Warsito yang belum genap setahun menjabat sebagai Kepala BNPB. Ganip dilantik sebagai Kepala BNPB pada 25 Mei 2021, dia akan memasuki pensiun pada akhir 2021.

Suharyanto merupakan lulusan Akmil pada 1989 dari kecabangan Infanteri. Perwira tinggi TNI-AD itu sejak 21 Oktober 2020 menjabat Panglima Daerah Militer Brawijaya. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres).

Menurut Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono Mayjen Suharyanto akan dilantik pukul 13.30 WIB di Istana Negara.

Pelantikan Kepala BNPB akan dilakukan usai Jokowi melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI dan melantik Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Suharyanto akan menjadi Kepala BNPB ke-5 setelah dilantik oleh Jokowi pada siang ini. Adapun, posisi Kepala BNPB kali dijabat oleh Mayor Jenderal TNI (Purn.) Syamsul Maarif pada 6 Mei 2008 hingga 7 September 2015.

Kala itu, dia mengisi posisi kosong sebagai Kepala Pelaksana Harian Bakornas sebagai eselon I, hingga ketika BNPB terbentuk tahun 2008, Syamsul diangkat sebagai Kepala BNPB dengan posisi setingkat menteri, sesuai UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, adalah jabatan setingkat menteri, yang berkedudukan langsung di bawah Presiden.

Syamsul dan BNPB yang dipimpinnya berkerja keras mengordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan yang terjadi di Indonesia secara terpadu dan juga melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan.

Pada saat kejadian bencana di Aceh akhir 2004, Syamsul terlibat langsung dalam penanganan tsunami, saat itu pria yang pernah menjadi Danrem Bhaskara Jaya Surabaya, Kasdam V/Brawijaya dan Kapuspen TNI pada Era Reformasi ini sudah menjabat Aster Kasum TNI. Syamsul juga terlibat dalam penanganan gempa di Yogyakarta tahun 2006.

Halaman Selanjutnya
Willem Rampangilei

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper