Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas, Jangan Terbius Bisnis Maut Pedagang Jiwa

Dalam perkembangannya, propaganda tidak hanya membius dunia politik praktis tetapi juga masuk ke dalam lapisan paling strategis dan menentukan di kancah bisnis maupun pemasaran.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 31 Oktober 2021  |  19:32 WIB
Para pengunjuk rasa meneriakkan berbagai slogan saat berdemonstrasi untuk menentang vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di Athena, Yunani, Sabtu (24/7/2021). - Antara/Reuters
Para pengunjuk rasa meneriakkan berbagai slogan saat berdemonstrasi untuk menentang vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di Athena, Yunani, Sabtu (24/7/2021). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Usaha yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi pikiran, dan mengarahkan kelakuan untuk mendapatkan reaksi yang diinginkan penyebarnya.

Itu menurut versi Garth S. Jowett dan Victoria O'Donnell.

Bisa juga dipandang sebagai komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu.

Mereka dipersatukan secara psikologis dan tergabung dalam suatu kumpulan atau organisasi. Batasan itu yang digunakan oleh seorang pakar bernama Jacques Ellul.

Mereka menyoal isu yang sama, yaitu propaganda. Kerap terasa dalam kehidupan sehari-hari, entah itu mengenai masalah politik praktis, di dunia bisnis dan pemasaran yang penuh persaingan atau bahkan di level pemerintah atau negara untuk menggolkan sebuah agenda maha penting.

Persoalannya, bagaimana ‘barang’ tersebut dikemas sedemikian rupa agar bisa  berjalan efektif di lapangan sesuai dengan harapan penyebarnya. Mereka yang terlibat dalam aktivitas ini juga menarik dicermati dalam hal strategi dan trik yang diusung.

Contoh propaganda yang cukup ekstrem tampaknya tetap bertahan dan bahkan terus menjadi bisnis besar yang menjanjikan. Fenomena ini telah banyak menyedot perhatian para pakar dan praktisi pemasaran global.

Pengalaman mengejutkan yang dialami Jonathan Gabay mungkin bisa menggambarkan keprihatinan tersebut. Hal ini terjadi ketika pada 2008 saat dirinya sedang menjadi narasumber dalam sebuah acara besar yang ditujukan bagi praktisi pemasaran bidang perdagangan, ilmu pengetahuan dan juga politik di salah satu negara Eropa.

Ketika Gabay tengah menikmati santap siang, seorang delegasi dari Jerman mendekatinya sambil memberikan informasi bahwa dia mengenal sebuah perusahaan kondang dan sangat sukses yang mampu mengoordinasi unjuk rasa besar dengan segala atributnya berikut berbagai pesan yang diperintahkan kepada mereka.

Para demonstran tersebut, menurut Gabay (2009), akan dengan senang hati menentang suatu isu atau kebijakan politik, perdagangan atau yang lainnya.

Ketika menceritakan pengalamannya tersebut, pakar forensik branding dan pemasaran internasional tersebut masih aktif sebagai anggota inti dari British Faculty of the Chartered Institute Marketing, sebuah lembaga aplikasi pemasaran terkemuka di dunia.

Kenapa informasi mengenai ‘proyek unjuk rasa besar-besaran’ tersebut sampai mengusik kalbu profesionalisme Gabay?

Menurut dia, sistem pemasaran yang disiapkan dengan baik merupakan nilai tambah untuk membangun sebuah bisnis dan meningkatkan diri. Pemasaran merupakan sumber inspirasi yang membantu banyak orang dalam mencapai tujuan mereka.

Akan tetapi meskipun telah banyak perusahan dengan merek-merek terkenal melakukan kegiatan pemasarannya dengan menggunakan konsep yang benar, tetapi ada juga praktisi yang melaksanakan aktivitas mereka dengan pola kerja dan sudut pandang yang sangat berbeda.

Para profesional pemasaran dan media yang terkait dengan mereka ini bukannya memberikan saran dan solusi agar tercipta proses kegiatan pemasaran yang baik.

Mereka malah secara sadar memberikan saran-saran yang menabrak kaidah-kaidah pemasaran yang diakui umum. Dalam istilah Gabay, mereka disebut ‘pedagang jiwa’ (soul trader).

“Mereka sering kali sangat brilian ketika melakukan eksekusi. Akan tetapi dalam jangka panjang tindakan tersebut akan membawa dampak ketidakpercayaan publik terhadap para profesional di bidang pemasaran,” tegasnya.

Dalam penelurusannya lebih jauh, sepak terjang yang menerapkan jurus kurang terhormat itu telah berlangsung selama beberapa generasi. Mereka yang bermain adalah para praktisi, perbankan papan atas hingga institusi keuangan global skala besar.

Akhirnya lembaga-lembaga tersebut terungkap dalam domain publik sebagai institusi-institusi yang tidak jujur dan rakus dalam meraih keuntungan.

Di sisi lain, propaganda dipandang sebagai strategi yang tidak dapat diremehkan dalam kancah politik, keuangan, industri, pertanian, pendidikan atau bidang-bidang lainnya.

Bahkan, menurut Edward Barnays, propaganda adalah badan pelaksana dari pemerintahan yang tidak terlihat.

Bagaimana menurut Anda?


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demonstrasi
Editor : Inria Zulfikar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top