Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menelusuri Gaya Hidup Masyarakat Jepang Dari Berbagai Aspek

Orang Jepang melakukan hobi untuk mendapatkan ketenangan batin dan nutrisi mental, seperti bersantai di pemandian air panas alami yang disebut Onsen.
Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty - Bisnis.com 15 Oktober 2021  |  21:14 WIB
Ilustrasi pekerja Jepang yang terbiasa menerapkan konsep Kaizen - ejinsight
Ilustrasi pekerja Jepang yang terbiasa menerapkan konsep Kaizen - ejinsight

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang adalah negara yang dipenuhi oleh generasi muda, yang menjalani gaya hidup serba cepat bersama para manula yang mempraktikkan zen dan ketenangan setiap hari. 

Jepang menjadi tempat yang sempurna untuk ditinggali. Negara ini juga memiliki sistem teknologi paling maju, memiliki aneka ragam budaya sosial, seni, makanan dan minuman, dan hiburan yang tidak dapat disaingi, serta masa lalu yang mengakar kuat pada tradisi dan sejarah.

Melansir pada sugoii-japan.com, Jumat (15/10/2021) berwisata dan menjalani gaya hidup sehari-hari di Jepang benar-benar berbeda. Bahkan banyak orang mengalami sedikit gegar budaya ketika mereka mencoba menetap di Jepang.  

Berikut telah dirangkum informasi yang menyenangkan, menarik, dan mencerahkan tentang gaya hidup di Jepang untuk dibaca dan dipahami dari berbagai aspek. 

  1. Budaya Kerja Jepang

Di masa lalu bahkan cukup jelas hingga saat ini, mereka yang bekerja untuk perusahaan mengikuti hierarki yang sangat ketat. Terdapat hubungan yang berbeda antara 'senpai' (berpengalaman), dan 'kohai' (tidak berpengalaman).

Kebanyakan orang yang bekerja di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka mengambil pekerjaan kantor dan secara kolektif dikenal sebagai pegawai Jepang. Dan ketika memutuskan mengambil pekerjaan tersebut, beberapa asumsi juga ikut muncul seperti diharapkannya lembur. 

Asumsi tersebut begitu terasa hingga dianjurkan untuk pegawai tidak meninggalkan pekerjaannya sebelum manajer melakukannya. Dan jika manajer ingin pergi minum-minum setelah bekerja, sebagai karyawan harus sukarela menemaninya. 

Sebagai informasi, sudah menjadi fenomena sosial bagi pegawai untuk minum-minum dengan rekan kerja pada Jumat malam.

Kebiasaan akibat minum-minum seperti pingsan di jalanan, dan terbangun untuk mengejar kereta pulang paling awal akan jadi pemandangan rutin yang dapat dilihat pada akhir pekan ketika tinggal di Jepang. 

Namun akhir-akhir ini, perubahan kecil mulai berkembang di tempat kerja, seperti pembentukan sif di tempat kerja. Tradisi menghabiskan seluruh hidup di satu perusahaan perlahan-lahan juga mulai menghilang, dengan semakin banyak orang muda cenderung menjadi 'furita' dan memegang beberapa pekerjaan paruh waktu, untuk lebih memperoleh banyak kebebasan, kemudian pindah ke luar negeri untuk bekerja, atau hanya tinggal  di rumah. 

  1. Budaya Makanan Jepang

Saat bepergian ke Jepang, seringkali makanan menjadi fokus utama dari rentetan rencana perjalanan. 

Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dari banyak negara lain, ada begitu banyak lapisan kompleksitas dengan budaya makanan seperti apa yang harus dimakan, bagaimana cara memakannya, dimana tempat makannya, dan sebagainya. 

Salah satu makanan yang akan terbesit ketika sampai di Jepang adalah berapa banyak sushi segar yang akan bisa dikonsumsi. Sushi memang enak dan mudah, bahkan beberapa restoran sushi di Jepang menganggap pembuatannya sebagai bentuk seni. 

Selain sushi, ada baiknya untuk memahami bahwa nasi juga merupakan makanan pokok orang Jepang, dan beberapa makanan Jepang menginovasikannya. 

Beberapa contohnya seperti donburi, makanan yang direbus atau digoreng lalu disajikan di atas nasi, lalu ada onigiri, yang berbentuk paket kecil nasi dengan isian di dalamnya dan dibungkus rumput laut. 

Selanjutnya ada mochi yaitu kue beras tumbuk, dan chazuke yang belum begitu dikenal, dimana nasi disajikan dengan teh hijau dituangkan  di dalam. 

Tidak berhenti disitu saja, mengingat lokasi geografis Jepang, makanan laut segar sangat penting untuk masyarakat disana. Baik itu dimakan langsung yang bergaya odorigui, benar-benar segar dari laut dan terkadang masih bergerak, mentah seperti sashimi, panggang seperti yaki, hingga goreng seperti tempura. 

Perjalanan ke pasar Toyosu di Tokyo akan membawa diri menemukan banyak jenis makanan laut yang indah di sana untuk dilirik dan diicip. 

Banyak restoran di seluruh negeri berspesialisasi dalam satu hidangan tertentu, mengasah teknik mereka selama bertahun-tahun dalam menyajikannya kepada pelanggan lokal. 

Koki Jepang dalam menyajikan makanannya sangat sepenuh hati dan seperti yang telah disampaikan sebelumnya, menganggap makanan sebagai karya seni. Oleh karena itu, banyak restoran Jepang yang telah memiliki bintang Michelin. 

Sebelumnya telah diketahui, bahwa salah satu cara terbaik untuk menunjukkan apresiasi contohnya terhadap semangkuk ramen yang lezat dan kokinya adalah dengan menyeruput supnya dengan keras. Suara seruput itu menjadi musik di telinga koki ramen mana pun dan menjadi bentuk kebahagiaan bagi mereka. 

Kemudian satu hal yang perlu diperhatikan tentang makan di luar di Jepang adalah, orang Jepang terbiasa makan cepat dan tidak berlama-lama.  Dengan demikian, durasi pelanggan masuk dan keluar dari restoran cukup singkat dan cepat.  Hal ini bisa disebabkan karena waktu istirahat makan siang mereka yang sebentar, atau bekerja lembur,  dan perjalanan ke dan dari tempat kerja memakan waktu lama. 

Meskipun sebenarnya hal tersebut tidak diharapkan untuk dilakukan bagi pendatang, namun ketika menemukan restoran dengan antrean panjang, jika memesan, makan, dan pergi dengan cepat adalah hal yang sopan untuk dilakukan. 

  1. Kehidupan Keluarga Jepang 

Orang Jepang adalah orang yang bangga dan menjunjung tinggi keluarganya. Secara tradisional, ada hierarki dalam rumah tangga, dimana ayah adalah kepala rumah tangga, diikuti oleh ibu, anak tertua, dan kemudian yang termuda. 

Hal ini mungkin tampak cukup jelas di Jepang yang diberlakukan secara khusus, yaitu ayah biasanya menjadi pencari nafkah utama dan pelindung rumah tangga, sedangkan ibu tinggal di rumah untuk merawat anak-anak. 

Namun belakangan ini, hierarki tersebut sedikit lebih rileks atau santai. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa alasan, salah satunya yaitu pertumbuhan populasi telah melambat secara eksponensial selama bertahun-tahun, dengan semakin banyaknya wanita memilih untuk tidak memiliki anak sama sekali. 

Sebagian besar keluarga di seluruh Jepang saat ini akan tinggal di area kota utama di unit apartemen kecil dan akan mengunjungi kakek nenek mereka yang sudah lanjut usia, yang kemungkinan besar tinggal di pedesaan, beberapa kali dalam setahun. 

  1. Kegemaran Paling Populer di Jepang

Gaya hidup di Jepang terutama di daerah perkotaan sangat serba cepat. Banyak hari kerja didedikasikan untuk perjalanan ke dan dari tempat kerja, dan benar-benar mengerjakan pekerjaan gaji. Lalu ketika mereka selesai bekerja, orang Jepang suka bermain di Pachinko dan di pusat permainan arcade. 

Belum lagi, anime yang jelas merupakan hobi super populer lainnya di Jepang diseluruh generasinya. Tak hanya anime, membaca manga juga masih merupakan kegiatan populer di Jepang yang sangat dihargai meskipun semakin banyak orang beralih menonton animasi di platform streaming. 

Di sisi lain, orang Jepang juga banyak beralih ke hobi yang memungkinkan mendapatkan ketenangan batin dan nutrisi mental, termasuk salah satu hobi tradisionalnya dengan bersantai di pemandian air panas alami yang disebut “Onsen”. 

Aktivitas lain yang disukai masyarakat Jepang adalah bermain papan permainan “Go” (dikenal sebagai “Igo” di Jepang). Permainan ini dimainkan dimana dua pemain memilih warna putih atau hitam, kemudian bergiliran menempatkan batu warna mereka di persimpangan papan. 

Tujuan permain Go ini adalah untuk mendapatkan lebih banyak wilayah daripada lawan. Tak bisa diremehkan, permainan ini membutuhkan strategi dan kesabaran, dan karena hal itulah menjadikannya hobi yang bagus untuk bersantai di akhir pekan. 

Sebenarnya banyak hobi lainnya yang disukai oleh orang Jepang seperti kaligrafi, atau shodo. Kaligrafi dan shodo  adalah bentuk seni yang indah yang telah dipraktikkan selama berabad-abad, namun shodo memiliki banyak lapisan teknik untuk dikuasai, jadi ini adalah hobi jangka panjang yang bagus bagi mereka yang menyukai seni dan kerajinan. 

Kemudian, hobi lain yang telah lama diajarkan oleh orang Jepang adalah pergi ke alam bebas dan menghirup udara segar. Sekitar 70 persen dari Jepang didominasi oleh pegunungan dan negara itu sendiri juga menawarkan beberapa jalur hiking paling indah di dunia bahkan kereta komuter dari Tokyo sangat mudah untuk mencapai kota-kota pedesaan tanpa batas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang hobi seni budaya
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top