Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NasDem: Konvensi Capres 2024 Digelar Setelah Koalisi Terbentuk

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menginginkan konvensi Capres 2024 dilakukan dengan syarat NasDem sudah memiliki mitra koalisi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 14 Oktober 2021  |  17:50 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Palonh, Selasa (22/11/2016). - Sekskab.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Palonh, Selasa (22/11/2016). - Sekskab.

Bisnis.com, JAKARTA – Kongres Partai NasDem mengamanatkan kepada pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) menggelar konvensi pada 2022. Tujuan agenda tersebut untuk menjaring calon presiden (capres) yang bakal diusung di Pemilu 2024.

Namun, Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali mengatakan bahwa tidak ingin konvensi yang digelar hanya untuk pencitraan atau peningkatan elektabilitas saja. NasDem ingin konvensi digelar dengan sungguh-sungguh.

Karena itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menginginkan dalam melakukan konvensi dengan syarat bahwa Partai NasDem sudah memiliki mitra koalisi.

“Konvensi adalah ajang mencari pemimpin negeri ini, kader terbaik yang dimiliki bangsa ini. Maka, prasyarat itu (koalisi) harus terpenuhi,” kata Ali melalui pesan instan kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Ali menjelaskan bahwa yang diberikan amanat penuh untuk menentukan arah koalisi adalah Surya Paloh, karena Paloh merupakan ketua umum yang punya kewenangan dan otoritas menentukan koalisi yang akan dijalani.

Karena sifat konvensi adalah menyiapkan panggung, jadi ketika koalisi terbentuk bukan lagi konvensi Partai NasDem namanya melainkan konvensi koalisi.

Oleh karena itu, Ali memprediksi konvensi akan lebih menarik kalau sudah memenuhi syarat pencapresan. Banyak tokoh bangsa dan anak negeri yang punya komitmen dan integritas melihat Indonesia lebih baik ke depan, tapi kemudian terkendala karena tidak memiliki partai politik.

Melalui konvensi koalisi, orang-orang yang potensial dan mempunyai mimpi untuk membangun negeri memperoleh kesempatan dan tidak dimonopoli oleh kader parpol saja.

“Budayawan, akademisi, aktivis, silakan saja. Kita tidak bisa mengklaim bahwa hanya orang partai yang terbaik atau berhak membangun negeri ini. Semua anak negeri punya hak yang sama membangun negeri ini,” jelas Ali.

Terkait kriteria partai koalisi, Ali yang juga Ketua Fraksi NasDem DPR itu membeberkan umumnya adalah ideologi.

Secara ideologi semua partai di Indonesia sama. Yang terpenting adalah partai politik yang memiliki komitmen menjadikan Indonesia yang lebih baik.

“Itu bukan bentuk lisan atau retorika, tapi dalam kehidupan sehari-hari kan kita bisa deteksi mana partai politik yang punya arah sama dengan Partai NasDem,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

capres nasdem surya paloh Pemilu 2024
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top