Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mensos Risma Bentak-bentak Mahasiswa dan Aktivis di Lombok Timur NTB

Alih-alih menghadapi protes dengan tenang, Mensos Risma justru terlihat menunjuk-nunjuk ke arah salah satu mahasiswa dan aktivis dan berbicara dengan nada lantang.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 14 Oktober 2021  |  02:46 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini. JIBI - Bisnis/nancy Junita @trirismaharini.official
Menteri Sosial Tri Rismaharini. JIBI - Bisnis/nancy Junita @trirismaharini.official

Bisnis.com, JAKARTA – Kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), diwarnai aksi protes aktivis dan mahasiswa pada Rabu (13/10/2021) siang.

Agenda Risma ke Lombok Timur diketahui dalam rangka pemadanan data sekaligus penyerahan bantuan ke kelompok marginal, penyandang disabilitas, yatim piatu dan lansia serta Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam video yang viral di sosial media Twitter nampak Risma dengan emosi menghadapi protes mahasiswa dan aktivis perihal keterlibatan oknum kepala desa dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, yang diduga terlibat menjadi supplier dana bantuan sosial.

Kehebohan tersebut terjadi saat penyambutan Mensos Risma di Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.

Alih-alih menghadapi protes dengan tenang, Mensos Risma justru terlihat menunjuk-nunjuk ke arah salah satu mahasiswa dan aktivis dan berbicara dengan nada lantang.

“Dengerin, kamu berhak ngomong, saya juga berhak ngomong. Pertama, kalau bukan karena niat baik saya, ngapain saya ke sini. Kedua, saya juga tidak tahu ini supplier atau tidak, saya Menteri tidak urus ini. Ketika, kalau Anda mau memperjuangkan, silahkan datanya, saya tunggu, sekarang!” tegas Risma.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Antara, batuan Mensos di Lombok Timur diserahkan kepada 229 penerima manfaat dengan nilai Rp493.150.000.

Khusus untuk peserta PKH Graduasi sebanyak lima orang, masing-masing diberikan bantuan Rp2,5 juta. Bantuan diberikan dalam bentuk paket sembako, mesin penggiling tepung dan kopi, alat pengukus tempe, 150 kg bahan baku tempe dan kulkas.

Bantuan di Kota Mataram secara simbolis akan diberikan Mensos kepada 153 penerima manfaat di Balai Paramitha dengan nilai Rp242,479 juta. Di tempat ini, Mensos sekaligus akan meresmikan Sentra Kreasi Atensi (SKA).

"SKA merupakan salah satu pilar penting dalam strategi penanganan kemiskinan yang dilaksanakan Kemensos, selain melalui instrumen bansos," kata Mensos.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos menteri sosial tri rismaharini
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top