Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei SMRC: Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun, Golkar Naik

Riset SMRC, bahwa dalam 2 tahun terakhir atau sejak Pemilu 2019 elektabilitas PDIP dan Gerindra cenderung menurun.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  19:10 WIB
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri  membuka pelatihan kader PDIP secara daring, Jumat (10/9/2021) - Dok.PDIP
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri membuka pelatihan kader PDIP secara daring, Jumat (10/9/2021) - Dok.PDIP

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, jika pemilu diadakan saat ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapatkan dukungan tertinggi dari responden yakni mencapai 22,1 persen.

Golkar menyusul dengan dukungan 11,3 persen, PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen,  PKS 6 persen, dan NasDem 4,2 persen, serta partai-partai lainnya dibawah 3 persen.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan, bahwa dalam 2 tahun terakhir atau sejak Pemilu 2019 elektabilitas dua partai besar yakni PDIP dan Gerindra cenderung menurun berdasarkan hasil survei.

“Pada Maret 2020, PDIP mendapatkan 25,9 persen suara atau dukungan publik. Kemudian, pada hasil survei terakhir, September 2021 hanya mendapat 22,1 persen,” katanya dikutip dari YouTube SMRC TV, Kamis (7/10/2021).

Hal yang sama juga dialami Partai Gerindra pada Maret 2020 mendapatkan dukungan 13,6 persen, tapi pada hasil survei terakhir turun menjadi 9,9 persen.

Peningkatan elektabilitas justru dialami Partai Golkar yakni dari sebelumnya mendapat dukungan 8,4 persen menjadi 11,3 persen pada September 2021.

Sementara itu, partai lainnya seperti PKS, PKB, Demokrat, dan NasDem juga mengalami kenaikan elektabilitas berdasarkan hasil survei pada periode tersebut.

“PPP cenderung stagnan dari 2,4 persen menjadi 2,3 persen, dan PAN dari 2,3 persen menjadi 1 persen,” katanya.

Adapun, survei opini publik ini dilakukan pada 15 - 21 September 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung.

Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sekitar 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip smrc Pemilu 2024
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top