Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Isu PKI, Budiman Sudjatmiko: Ada Pihak yang Sengaja Ingin Membuat Gaduh

Budiman Sudjatmiko menilai mencuatnya isu PKI yang terjadi belakangan ini karena sengaja digunakan sejumlah pihak untuk membuat kegaduhan.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 30 September 2021  |  10:57 WIB
Soal Isu PKI, Budiman Sudjatmiko: Ada Pihak yang Sengaja Ingin Membuat Gaduh
Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Isu terkait kemunculan Partai Komunis Indonesia (PKI) mulai santer diperbincangkan di ruang publik.

Munculnya isu tersebut tidak terlepas dari tudingan sejumlah pihak yang coba mengaitkan peristiwa belakangan ini dengan kemunculan partai terlarang tersebut.

Seperti pembongkaran patung tokoh TNI di Museum Kostrad, Jakarta, misalnya.

Meski patung tersebut sengaja dibongkar karena diambil oleh penggagasnya, tapi kemudian muncul tudingan jika TNI telah disusupi pendukung PKI.

Bahkan, kasus kriminal murni terkait penembakan paranormal di Tangerang juga ditarik-tarik ke persoalan tersebut.

Menanggapi munculnya isu terkait PKI itu,  Budiman Sudjatmiko angkat bicara.

Politikus PDIP tersebut menilai isu terkait kebangkitan PKI merupakan wacana usang yang dianggap sengaja digunakan pihak tertentu untuk membuat kegaduhan. 

"Sepertinya ada yang mau bangsa ini gila terus-menerus supaya enggak bisa bersaing," tulis Budiman di akun Twitternya, Kamis (30/9/2021).

Penilaiannya itu karena sejumlah kejadian yang coba dikaitkan dengan kebangkitan PKI ternyata tidak berdasar.

"Patung-patung di Makostrad dipindah ("PKI nyusup ke TNI!"); ustaz tewas ditembak ("Ini mirip zaman PKI!"). Padahal patung-patung disingkirkan karena alasan agama dan korban penembakan adalah pelaku selingkuh," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pki
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top