Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jenis Gelombang Laut dan Cara Mengukur Bahayanya untuk Pelayaran

Berikut ini penjelasan BMKG terkait jenis gelombang dan cara mengenali bahanya untuk jenis kapal yang sedang berlayar.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 11 September 2021  |  21:25 WIB
Jenis Gelombang Laut dan Cara Mengukur Bahayanya untuk Pelayaran
Gelombang air laut. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia adalah negara maritim.  Hal itu karena luas lautan lebih besar daripada daratan.

Oleh karena itu, ketika kondisi cuaca sedang tidak menentu, BMKG akan menginformasikan terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah daerah di Indonesia.

Lantas apa saja jenis gelombang laut dan bagaimana cara mengenali bahayanya? simak penjelasan berikut ini.

Jenis gelombang laut

Dilansir dari akun YouTube BMKG, disebutkan ada 4 jenis gelombang laut.

1.Gelombang kapiler

Gelombang ini berukuran sangat kecil atau hanya beberapa sentimeter saja.

Gelombang kapiler biasanya terbentuk karena adanya getaran dan tiupan angin yang lembut di permukaan air.

2. Gelombang angin atau wind wave

Sesuai namanya, gelombang ini dibentuk oleh angin. 

Gelombang ini biasanya memiliki ketinggian beberapa puluh sentimeter saja hingga 10 meter.

3. Gelombang alun atau swell

Gelombang ini seperti gelombang angin, hanya saja terbentuk oleh tiupan angin persisten dalam waktu panjang dan gelombang cukup jauh dari area pembangkitannya.

4. Gelombang pasang atau tidal wave

Gelombang ini terlihat saat ketinggian air bervariasi di tiap tempat. 

Fenomena pasang surut ini juga termasuk dalam jenis gelombang.

Ketinggian gelombang bisa bervariasi dalam waktu satu hari, dan biasanya terjadi dalam periode yang cukup lama atau sekitar 5-24 jam

Gelombang ini disebabkan oleh fluktuasi gravitasi bulan dan matahari.

Lantas, ketinggian gelombang berapa yang dapat membahayakan untuk jenis kapal?

1. Kapal nelayan

Untuk kapal nelayan, ketinggian gelombang yang berbahaya jika lebih dari 1,25 meter dan kecepatan angin lebih dari 25 kilometer per jam.

2. Kapal tongkang

Untuk kapal tongkang, dapat berbahaya ketika ketinggian gelombang lebih dari 1,5 meter dan kecepatan angin lebih dari 30 kilometer per jam.

3. Kapal ferry dan setaranya

Untuk kapal ferry, potensi bahaya muncul saat ketinggian gelombang lebih dari 2,5 meter dan kecepatan angin lebih dari 49 km per jam

4. Kapal kargo

Potensi bahaya untuk jenis kapal kargo ketika ketinggian gelombang lebih dari 4 meter dan kecepatan angin lebih dari 50 kilometer per jam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gelombang
Editor : Setyo Puji Santoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top