Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Putra Sulung Ahok Nicholas Sean Aniaya Selebgram Ayu Thalia? Begini Penjelasan Pengacara

Selain bukti percakapan, Ayu akan mengajukan bukti lain yang menunjukkan adanya dugaan perlakuan kasar yang dilakukan Sean.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 September 2021  |  06:21 WIB
Putra Sulung Ahok Nicholas Sean Aniaya Selebgram Ayu Thalia? Begini Penjelasan Pengacara
Nicholas Sean Purnama. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @Nachoseann
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Putra sulung Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari pernikahannya dengan Veronica Tan dilaporkan  selebgram Ayu Thalia ke Polsek Metro Penjaringan karena diduga melakukan penganiayaan.

Kedua belah pihak telah menunjuk pengacara untuk memproses kasus tersebut yang kini dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Ayu Thalia, Rudi Kabunang menuturkan, bahwa pihaknya menyertakan sejumlah bukti ke polisi untuk proses penyidikan dugaan penganiayaan itu. 

Bukti tersebut merupakan percakapan Ayu dan Sean di aplikasi WhatsApp.

"Kami punya bukti-bukti komunikasi WhatsApp, nanti itu akan dilampirkan di proses penyidikan di Kepolisian. Di mana ada komunikasi sampai dengan terjadinya peristiwa yang dimaksud," kata Rudi Kabunang selaku pengacara dari Ayu Thalia di Jakarta Selatan, Rabu (1/9/2021).

Selain bukti percakapan, juga akan mengajukan bukti lain yang menunjukkan adanya dugaan perlakuan kasar yang dilakukan Sean kepada Ayu alias Thata Anma.

Namun, Rudi enggan membeberkan secara rinci bukti tersebut karena alasan rahasia dan pribadi.

"Jadi nanti kita akan ajukan bukti di penyidikan. Kita tidak bisa buka di sini, karena bukti tersebut bersifat pribadi," kata Rudi. Itu akan dibuktikan di penyidikan apakah terlapor itu melakukan, nanti proses penyidikan yang akan membuktikan," kata Rudi.

Ayu Thalia mengaku, bahwa dia melaporkan Sean ke polisi untuk mencari keadilan atas dugaan perlakuan kasar yang dia terima.

Ayu menuturkan, bahwa semua warga negara berhak mendapatkan keadilan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

"Jangan pihak berwajib ini melihat anak siapa, lalu melakukan hal seenaknya. Karena balik lagi saya perempuan disakitin dan dengan perkara seperti ini, semua perempuan pasti tidak akan terima," katanya.

Pengacara Ayu Thalia Rudi Kabunang menunjukkan laporan aduan polisi terkait dugaan penganiaayan yang dilakukan Nicholas Sean, di Jakarta Selatan, Rabu (1/9/2021)./Antara

Pada kesempatan terpisah, Sean mengaku siap menghadapi laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan Ayu di Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara.

"Kita siap menghadapi proses hukum di Polsek Metro Penjaringan agar terang benderang bahwa ini adalah perbuatan fitnah karena Sean tidak pernah melakukan mendorong atau melakukan penganiayaan," kata kuasa hukum Sean, Ahmad Ramzy di Polda Metro Jaya, Rabu (1/9/2021).

Ramzy menjelaskan, bahwa Sean memang bertemu dengan Ayu Thalia di dealer mobil kawasan Jakarta Utara. Namun, Sean tidak melakukan kekerasan terhadap Ayu seperti yang disangkakan kepadanya.

"Versi Sean, dia ada pertemuan di showroom di mobil dan AT keluar dari mobil sendiri. Kejadian terjatuh, dia keluar dari mobil jatuh, menjatuhkan dirinya, yang jelas Sean tidak ada kontak fisik dengan AT," ujar Ramzy.

Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan mengatakan proses penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Nicholas Sean Purnama masih berlanjut.

"Semua masih kami proses sesuai dengan prosedur. Baik laporan yang ada di Polsek Penjaringan maupun yang ada di Polres Metro Jakarta Utara, semuanya akan kami proses sesuai dengan prosedur," kata Guruh.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahok kasus penganiayaan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top