Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Usir Wartawan BBC di Tengah Ketegangan yang Meningkat

Direktur Jenderal BBC Tim Davie mengecam pengusiran itu dalam sebuah pernyataan yang di Twitter dengan mengatakan itu adalah serangan langsung terhadap kebebasan media.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Agustus 2021  |  16:08 WIB
Ilustrasi - Petugas penegak hukum di Moskwa, Rusia, pada 30 Maret 2020 mengenakan masker pelindung berjaga di jalan, setelah pemerintah kota mengumumkan lockdown sebagian dan memerintahkan penduduk tetap di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19./Antara - Reuters
Ilustrasi - Petugas penegak hukum di Moskwa, Rusia, pada 30 Maret 2020 mengenakan masker pelindung berjaga di jalan, setelah pemerintah kota mengumumkan lockdown sebagian dan memerintahkan penduduk tetap di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia memberi waktu sampai akhir bulan ini kepada seorang jurnalis British Broadcasting Co. (BBC) untuk meninggalkan negara itu. Langkah tersebut dikatakannya dalam apa sebagai pembalasan bagi Inggris yang mendiskriminasi media Rusia dan penolakannya untuk mengeluarkan visa kepada wartawan negara itu.

Dilansir Bloomberg, Sabtu (14/8/2021), pejabat Kementerian Luar Negeri mengatakan wartawan BBC harus pergi ketika visa mereka saat ini berakhir pada 31 Agustus. Rossiya-24 yang dikelola negara bahwa visa jurnalis BBC Sarah Rainsford tidak diperpanjang, mengutip orang tak dikenal yang akrab.

Direktur Jenderal BBC Tim Davie mengecam pengusiran itu dalam sebuah pernyataan yang di Twitter dengan mengatakan itu adalah serangan langsung terhadap kebebasan media.

"BBC tidak memperhatikan peringatan berulang-ulang dari Kementerian Luar Negeri bahwa tindakan yang tepat akan diambil sebagai tanggapan atas penyalahgunaan berulang kali London atas proses visa untuk koresponden Rusia,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova.

Pada 2019, layanan berita Tass yang dikelola negara melaporkan bahwa Inggris tidak mengeluarkan visa untuk beberapa jurnalis Rusia, mengutip orang tak dikenal di Moskow. Duta Besar Rusia di London, Andrei Kelin, mengatakan pada saat itu Moskow sedang mempertimbangkan tindakan balasan sebagai tanggapan, menurut Tass.

Langkah itu dilakukan saat hubungan Rusia dengan Barat mendekati titik terendah setelah Perang Dingin dan di tengah tindakan keras Kremlin terhadap oposisi domestik selama bertahun-tahun. Pemerintah telah memaksa beberapa outlet berita independen untuk menutup atau mengidentifikasi sebagai "agen asing," dan membuka kasus pidana terhadap politisi oposisi.

Itu adalah pertama kalinya Rusia mengusir seorang jurnalis Inggris sejak hal yang sama terjadi pada jurnalis The Guardian Luke Harding pada 2011. Jurnalis AS David Satter juga diusir dari Rusia pada 2014, sementara seorang koresponden Polandia untuk harian Gazeta Wyborcza diperintahkan untuk pergi pada 2015.

Sebuah pertanyaan yang dia ajukan kepada Presiden Belarus Alexander Lukashenko tentang sanksi baru Inggris terhadap rezimnya menjadi salah satu sorotan pada konferensi pers delapan jam yang diberikan penguasa otoriter minggu ini.

“Anda bisa tersedak sanksi-sanksi itu di Inggris Raya,” kata Lukashenko padanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia bbc
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top