Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buntut Insiden Imigrasi dan Diplomat, Nigeria Tinjau Hubungan dengan RI

Pemerintah Nigeria menuntut agar sanksi diberikan kepada pejabat Imigrasi Indonesia terkait dugaan kekerasan terhadap diplomat Nigeria.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 11 Agustus 2021  |  19:01 WIB
Buntut Insiden Imigrasi dan Diplomat, Nigeria Tinjau Hubungan dengan RI
Petugas imigrasi berdamai dengan Diplomat Nigeria di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Penyelesaian masalah secara kekeluargaan disaksikan langsung oleh Pimpinan kantor Imigras Jakarta Selatan, Duta Besar Nigeria Ari Usman Ogah dan pihak kepolisian Polda Metro Jaya. (ANTARA - HO/Humas Imigrasi Jakarta Selatan)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Nigeria memutuskan untuk meninjau ulang hubungan bilateral dengan Indonesia pasca-insiden antara petugas imigrasi dengan diplomat Nigeria.

Kementerian Luar Negeri Nigeria, lewat juru bicaranya, Esther Sunsuwa dalam siaran pers melalui akun Facebook Kemlu Nigeria pada Selasa (10/8) menyebut bahwa pemerintah Nigeria juga menuntut agar sanksi diberikan kepada pejabat Imigrasi terkait.

"Pemerintah Nigeria menuntut sanksi yang sepadan atas pejabat terkait dan telah memanggil duta besarnya di Indonesia untuk konsultasi, termasuk peninjauan hubungan bilateral," kata Sunsuw, Selasa (10/8/2021).

Sikap tersebut diambil seusai Pemerintah Nigeria mendapat laporan dari Duta Besar Nigeria di Indonesia.

Setelah mendapat laporan yang komprehensif, Sunsuwa mengatakan, pemerintah Nigeria mengutuk tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional.

"Setelah mempelajari laporan dari Duta Besar Nigeria, pemerintah Nigeria mengutuk keras apa tindakan kejahatan internasional yang mengerikan oleh oknum dari negara Indonesia terhadap perwakilan terakreditasi dari Republik Federal Nigeria," katanya.

Menurut dia tidak ada satupun pembenaran atas insiden tersebut.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta Ibnu Chuldun menegaskan permasalahan antara petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan dengan warga negara asing (WNA) asal Nigeria yang viral di media sosial belakangan ini telah diselesaikan.

Seperti diketahui, sebuah video viral di media sosial dikaitkan dengan aksi kekerasan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan terhadap seorang diplomat warga Nigeria pada Sabtu (7/8/2021).

Ibnu memberikan klarifikasi terhadap tudingan dalam video yang beredar. Dia menyebut permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan setelah Duta Besar Nigeria Ari Usman Ogah mendatangi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dengan disertai petugas kepolisian Direktorat Pam Obvit Polda Metro Jaya.

"Setelah proses mediasi dan mendengarkan kronologi kejadian dari kedua belah pihak akhirnya petang itu juga petugas dan WNA tersebut sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan sepakat berdamai disaksikan oleh Pimpinan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Duta Besar Nigeria," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/8/2021).

Ibnu menegaskan justru diplomat asal Nigeria tersebut yang bertindak arogan dan lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap petugas Imigrasi.

"Justru WNA asal Nigeria itu yang melakukan pemukulan terhadap petugas kami saat dalam perjalanan ke kantor imigrasi. Yang bersangkutan dibawa ke kantor karena bersikap tidak kooperatif dengan menghardik petugas yang melakukan pemeriksaan dokumen dan malah menantang untuk ditahan," ujar Ibnu.

Ibnu memerinci, akibat pemukulan tersebut, salah satu petugas Imigrasi mengalami luka bengkak dan berdarah pada bagian bibir sebelah kiri. Hal itu, jelsnya, bisa dibuktikan dari hasil visum yang dilakukan atas petugasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nigeria hubungan bilateral kasus penganiayaan imigrasi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top