Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Regulasi Ketat, ByteDance Bakal Pangkas Karyawannya di Unit Pendidikan

Pemerintah China semua perusahaan pendidikan di luar sekolah melakukan initial public offering di luar negeri.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 06 Agustus 2021  |  08:46 WIB
Regulasi Ketat, ByteDance Bakal Pangkas Karyawannya di Unit Pendidikan
CEO ByteDance Ltd. sekaligus Founder TikTok Zhang Yimin - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – ByteDance dikabarkan berencana memangkas sejumlah karyawannya di unit pendidikan setelah regulasi China melarang semua perusahaan pendidikan di luar sekolah melakukan initial public offering di luar negeri.

Tak hanya itu, Pemerintah China juga melarang semua perusahaan yang bergerak di pendidikan luar sekolah berorientasi profit berlebihan.

Dilansir CGTN, Jumat (6/8/2021), sumber internal mengatakan karyawan yang mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan mendapatkan tambahan gaji 2 bulan ditambah tambahan gaji bulanan setiap tahun selama mereka bekerja di perusahaan. Mekanisme ini dikenal dengan N+2.

Perusahaan pemilik TikTok ini membayar kompensasi lebih tinggi dibandingkan regulasi yang ada di China yang hanya mengharuskan perusahaan membayar 1 bulan gaji tambahan jika melakukan PHK sebelum kontrak berakhir.

Menurut sumber internal, perusahaan masih akan melanjutkan bisnis di unit pendidikannya, termasuk Dali, yang fokus pada pendidik anak pra sekolah dan K 12. Semua unit bisnis pendidikan saat ini tengah menjalani penyesuaian sejalan dengan regulasi teranyar di China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ByteDance

Sumber : CGTN

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top