Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Asesmen Nasional Pengganti UN Dikritik Mirip Tes Wawasan Kebangsaan KPK

AN terdiri dari tiga komponen yakni: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Lingkungan Belajar, dan Survei Karakter.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juli 2021  |  12:04 WIB
Soal Asesmen Nasional Pengganti UN Dikritik Mirip Tes Wawasan Kebangsaan KPK
Para pelajar berbagi makanan dalam Program Rantang Siswa yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. - HO Humas Disdik Jabar\\r\\n\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah resmi meniadakan Ujian Nasional (UN) dan menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN). Rencananya dilaksanakan pada tahun 2021, sekitar September-November.

AN terdiri dari tiga komponen yakni: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Lingkungan Belajar, dan Survei Karakter.

Sejumlah pegiat pendidikan mengkritisi contoh soal-soal Survei Lingkungan Belajar yang dinilai mirip dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti diketahui, TWK di KPK menimbulkan polemik, karena 75 pegawai tidak lulus TWK untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di KPK rezim Firli Bahuri.

Buntut dari TWK itu, lima pimpinan KPK yakni Firli Bahuri Cs. dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK.

Merespons kritikan itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Anindito Aditomo menegaskan, bahwa pelaksanaan AN tidak bermaksud untuk melakukan “profiling” atau menganalisa perilaku guru maupun siswa.

“Tidak ada “profiling” individu, melalui AN ini. Nantinya sekolah bisa melakukan refleksi diri, apakah sekolah saya sudah cukup aman dan apakah sudah berkebhinnekaan,” ujar Anindito dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Soal Terbatas

Dengan refleksi diri tersebut, sekolah terdorong untuk mencari tahu mengenai kondisi dan melakukan intervensi untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Dia mengakui, bahwa soal-soal yang beredar tersebut merupakan soal Survei Lingkungan Belajar yang dilakukan secara terbatas di Sekolah Penggerak.

Anindito juga menjelaskan, bahwa nantinya, hasil dari ketiga komponen AN akan disampaikan kepada sekolah dan pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi diri dan perencanaan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

Tidak ada konsekuensi diberikan terhadap peserta AN.

“Hasil pemetaan dari AN dapat membantu sekolah, pemerintah daerah, dan Kemendikbudristek untuk melakukan intervensi yang lebih terarah dan berbasis data, sehingga lebih sesuai kebutuhan.

Umpan balik dari AN dibutuhkan untuk mendorong transformasi pendidikan ke arah yang lebih berkualitas,” terangnya.

Dia menambahkan, bahwa Kemendikbudristek sudah hampir rampung mempersiapkan AN. Instrumennya telah dikembangkan dengan pendekatan yang baku, namun akan terus disesuaikan berdasarkan data dan masukan.

“Sesuai rancangan program dari awal, pengembangan instrumen dilakukan dengan melibatkan pakar, peneliti, dan praktisi. Selain itu juga mempertimbangkan data dan masukan, termasuk dari penerapan terbatas di Sekolah Penggerak. Umpan balik dari sekolah merupakan hal penting untuk mendapatkan data yang berkualitas dan bermanfaat,” tekannya.

Termasuk data dari Survei Lingkungan Belajar, Kabalitbangbuk menekankan, bahwa hasil asesmen tidak digunakan untuk menilai individu murid, guru, ataupun kepala sekolah.

"Jawaban individu merupakan data yang dirahasiakan. Survei hanya akan menghasilkan skor kolektif di tingkat sekolah dan daerah. Hasil akhir AN murni bertujuan untuk perbaikan mutu pembelajaran dan tidak akan memberikan konsekuensi terhadap individu pesertanya," tegas Anindito.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK guru ujian nasional murid

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top