Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penonton Olimpiade Tokyo Maksimal 10.000 Orang

Keputusan itu diambil setelah keadaan darurat Covid-19 di Tokyo dan bagian lain di negara itu akan berakhir pada 20 Juni mungkin diperpanjang hingga akhir Agustus.
Wartawan mengambil gambar cincin raksasa Olimpiade pada 1 Desember 2020 di Tokyo, Jepang./Antara/Reuters
Wartawan mengambil gambar cincin raksasa Olimpiade pada 1 Desember 2020 di Tokyo, Jepang./Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah penonton yang akan diizinkan menyaksikan langsung Olimpiade Tokyo paling banyak hanya 10.000 orang pada musim panas ini setelah pakar kesehatan Jepang menyetujui rencana meningkatkan jumlah penonton pada pesta olah raga internasional itu.

Keputusan itu diambil setelah keadaan darurat Covid-19 di Tokyo dan bagian lain di negara itu akan berakhir pada 20 Juni mungkin diperpanjang hingga akhir Agustus, kata Yasutoshi Nishimura, menteri yang mengawasi tanggap Virus Corona Jepang.

"Penting bagi kami untuk mempertahankan langkah-langkah anti-infeksi menyeluruh untuk mencegah peningkatan kembali kasus Covid-19, terutama karena kami mempertimbangkan penyebaran varian Delta," kata Nishimura kepada panel penasihat pemerintah seperti dikutip TheGuardian.com, Kamis (17/6/2021).

Panitia penyelenggara Olimliade Tokyo 2020 tidak akan membuat keputusan akhir apakah akan mengizinkan penonton domestik untuk menghadiri acara Olimpiade sampai akhir bulan ini.

Nishimura mengatakan, para ahli kesehatan telah menyetujui rencana pemerintah mengizinkan peningkatan jumlah penonton asalkan tidak ada pengendalian infeksi Virus Corona khusus.

Tokyo, Osaka, dan delapan wilayah lainnya berada dalam keadaan darurat yang akan berakhir pada 20 Juni 2021.

Bar dan restoran dilarang menjual minuman beralkohol dan harus tutup pada pukul 8 malam. Petugas keamanan juga melarang perjalanan yang tidak penting dan perusahaan didorong untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah.

Nishimura, yang merangkap sebagai menteri ekonomi, mengatakan terlalu dini untuk berasumsi bahwa tindakan darurat itu akan dicabut pada tanggal 20 Juni mendatang.

Alasannya, jumlah tempat tidur di rumah sakit tidak mmemadai akibat lonjakan pasien Covid-19.

“Sekarang adalah waktu yang penting untuk menyerukan kepada masyarakat untuk menekan infeksi dan mengambil inisiatif demi ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang stabil,” katanya.

Takaji Wakita, Kepala Panel Ahli Penasihat Kementerian Kesehatan Jepang, memperingatkan kemungkinan lonjakan infeksi dalam waktu dekat, karena orang menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah mereka di beberapa daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper