Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Izinkan Penggunaan Darurat Sotrovimab untuk Covid-19 Gejala Ringan

Sotrovimab masuk ke dalam kelas yang disebut antibodi monoklonal, yang meniru antibodi alami yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  09:36 WIB
Rekan peneliti Sachi Johnson bekerja di Sorrento Therapeutic, tempat usaha mengembangkan sebuah antibodi STI-1499 sedang dilakukan untuk mencegah penyakit virus corona (Covid-19), di San Diego, California, Amerika Serikat, Jumat (22/5/2020)/Antara - Reuters/Bing Guan
Rekan peneliti Sachi Johnson bekerja di Sorrento Therapeutic, tempat usaha mengembangkan sebuah antibodi STI-1499 sedang dilakukan untuk mencegah penyakit virus corona (Covid-19), di San Diego, California, Amerika Serikat, Jumat (22/5/2020)/Antara - Reuters/Bing Guan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengizinkan penggunaan darurat obat antibodi yang dikembangkan oleh Vir Biotechnology dan GlaxoSmithKline (GSK).

Menurut regulator kesehatan tersebut, Rabu (26/5/2021), obat antibodi Sotrovimab tersebut diizinkan untuk pengobatan Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang pada usia 12 tahun ke atas.

Namun, obat itu tidak diperuntukkan bagi pasien Covid-19 rawat inap atau pasien yang membutuhkan terapi oksigen.

Vir Biotechnology dan GSK melaporkan bahwa obat antibodi Sotrovimab akan tersedia bagi pasien Covid-19 dalam beberapa pekan mendatang. Mereka berencana mengajukan permohonan pemasaran kepada FDA pada paruh kedua 2021.

Pengobatan Covid-19 serupa, yang dikembangkan Regeneron Pharmaceuticals dan Eli Lilly, telah diizinkan untuk penggunaan darurat di AS.

Regulator obat Uni Eropa pekan lalu mendukung penggunaan Sotrovimab untuk pasien Covid-19 yang berisiko mengalami penyakit parah dan tidak membutuhkan oksigen tambahan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top