Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wamenkes Ungkap Dua Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik

Ada 54 kasus Covid-19 varian baru yang menyebar. Sebanyak 35 kasus di antaranya adalah kasus yang berasal dari migran dari luar Indonesia. Sementara, 19 kasus lainnya sudah ada di Indonesia.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  10:40 WIB
Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono. - Kemkes.go.id
Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono. - Kemkes.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus harian Covid-19 meningkat sekitar lima ribuan perhari, padahal sebelumnya sempat turun di angka 3.800 hingga 4.000.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes)  Dante Saksono Harbuwono mengatakan, bahwa ada beberapa variabel yang menyebabkan kasus Covid-19 meningkat terutama sesudah Lebaran.

“Sesudah Lebaran, bisa dilihat adanya external factor dan endogen factor,” kata Dante pada konferensi pers secara virtual, Senin (24/5/2021).

Dante menjelaskan eksogen (external factor) berkaitan dengan mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk diperkirakan akan mencapai peningkatannya pada pekan ini.

“Kita bisa melihat bahwa pada 4 hari terakhir peningkatan kasus baru mencapai di atas 5 ribu. Ini menunjukkan bahwa mobilitas yang terjadi pasca-Lebaran dan Ramadan itu sudah mulai terlihat tinggi. Ini kalkulasi prediksi yang kita lakukan mungkin peningkatan akan sampai pertengahan minggu yang akan datang,” ucap Dante dikutip dari Kemkes.go.id.

Terkait faktor endogen, pihaknya sudah melakukan identifikasi beberapa mutasi virus baru yang dikenal sebagai variant of concern berasal dari India, Afrika, dan Inggris.

Secara keseluruhan ada 54 kasus Covid-19 varian baru yang menyebar. Sebanyak 35 kasus di antaranya adalah kasus yang berasal dari migran dari luar Indonesia. Sementara, 19 kasus lainnya sudah ada di Indonesia.

“Jadi, sudah ada kontak internal, sudah ada penyebaran secara internal dari variant of consern tersebut. Kombinasi antara faktor eksternal berupa mobilitas dan faktor endogen berupa mutasi dari virus menyebabkan kasus ini akan meningkat beberapa saat ke depan. Kita masih tetap harus menjaga protokol kesehatan,” tutur Dante.

Dikatakan, perlu diperhatikan adalah dalam siklus 4 sampai 5 minggu ke depan. Sebagai contoh pada saat liburan Natal dan Tahun Baru, kasus tertinggi naik pada 5 Februari 2021.

Pemerintah, ujarnya, harus memonitor 4 sampai 5 minggu ke depan walaupun dalam satu minggu ini terlihat beberapa kasus ada kenaikan, namun masih jauh lebih kecil dibandingkan liburan Natal dan Tahun Baru.

Dante menegaskan, vaksinasi Covid-19 terus dilaksanakan. Pasca-Lebaran cakupan vaksinasi akan dikejar bisa mencapai 1 juta per hari. Berbagai macam upaya dilakukan salah satunya adalah menyederhanakan meja vaksinasi yang sebelumnya 4 meja menjadi 2 meja.

Tak hanya itu, vaksinasi juga dilakukan dengan dorongan dari Vaksinasi Gotong Royong yang sudah dimulai beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, pemerintah akan memulai tahap ketiga vaksinasi yaitu vaksinasi untuk masyarakat umum di daerah rentan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top